Trending | News | Daerah | Covid-19

Lifestyle

Setelah Viral, Mama Martina Asal Maumere Jadi Perhatian Pengunjung Sarinah

Foto Beb - Mama Martina, penenun tradisional asal Maumere jadi viral di medsos
Dibaca : 901

Jakarta, Prokabar — Ditengah padatnya pengunjung di lantai UG Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Mama Martina tetap fokus menenun. Wanita berusia 70 tahun ini seakan tak terganggu ketika pengunjung ‘Pekan Kain Tradisional Nusantara’ menyaksikannya menenun.

Ya, Mama Martina jadi pusat perhatian sejak dirinya jadi viral di medsos. Acara kolaborasi Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) dan Sarinah ini memberi ruang pada penenun tradisional Maumere untuk menjual dan memamerkan karya kerajinan tangan.

“Sebenarnya acara ini sudah berlangsung sejak 22 Oktober lalu. Jujur saja di penghujung acara justru banyak pengunjung yang datang setelah viral di medsos. Artinya saat pembukaan, sepi pengunjung,” ucap Direktur Bisnis Ritel Sarinah, Lies Permana Lestari pada Prokabar.com.

Foto Beb : Lies Permana Lestari (Direktur Bisnis Ritel Sarinah) mengenakan kain tenun asal Maumere

Foto Beb : Lies Permana Lestari (Direktur Bisnis Ritel Sarinah) mengenakan kain tenun asal Maumere

Lies menambahkan sebagai penyedia tempat, kurangnya penyebaran informasi melalu media sangat berpengaruh. Beruntung dengan kekuatan netizen lewat media sosial, acara ini bisa berlangsung lancar dan membuahkan keuntungan bagi penenun.

“Syukur dan terimakasih pada media yang datang setelah adanya viral Mama Martina ini. Jadi sebuah pelajaran bagi kami untuk melibatkan media di setiap acara yang kita gelar di Sarinah,” aku Lies.

Senada dengan penjelasan Lies, pengusaha dan pengrajin tenun asal Maumere, Cletus Berru tak menyangka hasil dari acara ini membuahkan keuntungan.

“Kami membawa sekitar 200 potong kain tenun dah hampir habis. Pengunjung yang datang sangat tertarik dengan produk tenun kami. Luar biasanya, pembeli rebutan meski harganya tidak murah,” ungkap Cletus.

Mewakili Mama Martina yang juga keluarganya, Cletus berterimakasih karena hasil karya penenun asal Maumere disukai pecinta kain. “Ini jadi semangat kami untuk terus berkarya. Meski banyak fashion datang dari luar negeri, tapi tenun masih melekat di hati masyarakat Indonesia,” bangga Cletus.

Foto Beb - Mama Martina bersama Lies dan Sita Hanimastuty (Pendiri dan Ketua Umum KCBI)

Foto Beb – Mama Martina bersama Lies dan Sita Hanimastuty (Pendiri dan Ketua Umum KCBI)

Pendiri dan Ketua Umum KCBI, Sita Hanimastuty yang turut menyaksikan Mama Martina menyebut acara ini sangat berarti. Apalagi visi dan misi KCBI ingin meningkatkan hati diri wanita Indonesia.

“Kita ingin mengingatkan kembali kepada wanita Indonesia agar mengenakan hasil tangan berupa kain khas budaya kita. Jangan sampai keahlian yang diturunkan nenek moyang kita dirusak bahkan hilang. Jangan sampai hasil budaya ini ditinggalkan,” ungkap Sita.

Komunitas yang telah berjalan selama enam tahun ini aktif mengangkat karya pengrajin khususnya kain khas daerah. Selain membantu meningkatkan perekonomian pengrajin, KCBI melestarikan warisan nenek moyang berupa bahan kerajinan tangan. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top