Setelah Ruhana Kuddus, Pemda Agam Ajukan Nyiak Candung Jadi Pahlawan Nasional

Penulis -

Jumat, 8 November 2019 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya harapan masyarakat Kabupaten Agam untuk menjadikan Ruhana Kuddus sebagai Pahlawan Nasional diwujudkan oleh pemerintah pusat. Penobatan wartawan perempuan pertama ini sebagai pahlawan nasional, akan dilakukan dalam acara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara 8 November 2019 oleh Presiden RI Joko Widodo.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Rahmi Artati mengaku bersyukur, karena usaha yang dilakukan selama ini direspon oleh pemerintah pusat. Sehingga Almarhumah Ruhana Kuddus akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Pendiri sekolah kerajinan amai setia ini diusulkan menjadi Pahlawan Nasional pada awal 2017 bersama tiga pahlawan lainnya yaitu, Siti Manggopoh, Abdul Manan dan M. Shaleh Dt Rajo Pangulu,” ujar Rahmi di Lubuk Basung, dikutip dari MC Agam, Jumat (8/11).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Namun, yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional hanya Ruhana Kuddus, karena Kementerian Sosial menyatakan tiga pahlawan lainnya perjuangan yang dilakukan hanya setingkat daerah. Dengan dinobatkannya Ruhana Kuddus sebagai pahlawan nasional, maka saat ini Agam telah memiliki tujuh pahlawan nasional yaitu, Adenan Kapau Ganai asal Kecamatan Palembayan, Rasuna Said Kecamatan Tanjung Raya, Buya Hamka Kecamatan Tanjung Raya, Abdul Muis Kecamatan Sungai Pua, Agus Salim Kecamatan IV Koto, Abdul Halim Kecamatan Banuhampu dan yang baru Roehana Koedoes Kecamatan IV Koto.

“Tahun ini kita juga sudah mengusulkan satu pahlawan lagi untuk dijadikan pahlawan nasional yaitu Syekh Sulaiman Ar-Rasuli asal Kecamatan Canduang,” sebutnya.

Syekh Sulaiman Ar-Rasuli adalah salah seorang ulama besar dari Minangkabau yang dijuluki sebutan inyiak Canduang sekaligus pendiri Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, yang saat ini diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Agam untuk menjadi pahlawan nasional.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Syekh Sulaiman Ar Rasuli punya catatan penting dalam sejarah Sumatera Barat dan Indonesia. Sejak kecil Syekh Sulaiman Ar Rasuli belajar pada banyak guru di Sumatera Barat.

Tahun 1907, Inyiak Canduang kembali ke kampung halaman. Ulama ini mengajar dengan sistim pondok. Tahun 1928 Syekh Ar Tasuli merubah pola pendidikan dengan sistim kelas tanpa meninggalkan hakikat pelajaran akidah, tasawuf dan fikh.

Dalam pendidikan islam di Minangkabau, Syekh Ar Tasuli membentuk Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, yang hingga kini masih tetap eksis. MTI Canduang menghasilkan lulusan yang tersebar luas di Indonesia hingga ke luar negeri. Uniknya, MTI tetap mempertahankan pelajaran dengan kitab yang diwariskan oleh Syekh Arrasuli.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sedangkan dalam pergerakan, Inyiak Canduang dan sejumlah ulama Sumbar lainnya membentuk Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Gerakan ini sempat menjadi partai politik hingga tahun 1969.

MTI dan Perti ini, menjadi tempat membentuk karakter masyarakat, termasuk inspirasi para tokoh untuk melawan penjajah.

Secara ketokohan Syekh Sulaiman Ar Rasuli, menjadi tempat menimba ilmu dan guru banyak tokoh bangsa, termasuk Soekarno yang seringkali meminta nasihat kepada Inyiak Canduang.

Ar Rasuli juga pernah dipercaya sebagai anggota Konstituante RI, dan kepala Mahkamah Syariah Provinsi Sumatera Bagian Tengah.

Penulis belasan buku ini wafat tahun 1970. Puluhan ribu masyarakat mengantar ulama besar Sumbar ini ke tempat peristirahatan terakhir. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB