Padang, Prokabar – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia yang berada di Sumatera Barat serbu gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, Senin (29/10).
Aksi yang dilakukan tersebut dalam rangka peringatan 90 tahun hari Sumpah Pemuda. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut beberapa hal dalam bahan evaluasi kinerja pemerintahan pusat yang mereka anggap gagal.
“Kami menuntut pemerintah untuk mengembalikan subsidi listrik 900 VA dan BBM, serta jamin keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat,” ujar Koordinator Lapangan aksi, Jalal.
Tidak hanya itu, mereka juga menuntut enam hal lainnya dalam bentuk evaluasi kinerja pemerintah yang dianggap tidak maksimal.
“Hal kedua kami meminta Pemerintah mewujudkan jaminan pendidikan nasional dan layanan kesehatan yang berkulitas dan membebaskan,” lanjutnya.
Tuntutan ketiga adalah menuntut Pemerintah mengusut tuntas kasus korupsi E-KTP tanpa adanya intervensi politik, berantas praktik korupsi, kolusi dan nepotisme sampai ke akar-akarnya.
“Kami juga meminta Pemerintah untuk menegakkan demokrasi, tolak pembungkaman dan tindakan represif aparat Negara.
Tuntutan kelima mereka menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas mafia Karhutla, hentikan proyek reklamasi dan tolak penambangan kawasan bentang alam karst untuk pabrik semen di seluruh Indonesia.
“Hal lainnya, kami meminta Pemerintah untuk mewujudkan supremasi hukum dan tindak tegas pelaku kejahatan seksual, dan terakhir kami meminta pemerintah untuk menghilangkan dominasi asing dan nasionalisasi aset-aset bangsa serta mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan maritim,” jelasnya.(*/mbb)
















