Seratus Lebih Warga Tanah Datar Diduga Kontak Dengan dr. Mawardi. Pasien Positif Covid 19

Penulis -

Rabu, 24 Juni 2020 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – . Sebanyak 104 orang warga Tanah Datar diduga pernah kontak erat dengan dokter Mawardi, pasien positif Covid 19 di Kota Padang Panjang. Ke 104 warga itu tersebar di beberapa kecamatan, seperti X Koto sebanyak 78 orang yang terdiri dari puskesmas X Koto satu 12 orang dan X Koto dua sebanyak 66 orang. Batipuh satu sebanyak 25 orang, dan Batipuh Selatan sebanyak 1 orang.

Kepala dinas kesehatan Tanah Datar saat dihubungi prokabar.com membenarkan jika terdapat puluhan orang yang diduga memiliki riwayat kontak dengan dokter Mawardi. Untuk tindakan, pengambilan swab akan dilakukan mulai Kamis (25/6). ” Iya benar, besok kita mulai pengambilan swabnya di RSUD Hanafiah,” ungkap Yesrita.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Lebih lanjut, kabid P2P Dinskes Tanah Datar saat dihubungi melalui jaringan telfon mengatakan jika jumlah orang yang diduga pernah kontak erat dengan dokter Mawardi bisa saja bertambah. Pasalnya, sampai saat ini petugas puskesmas masih melakukan tracing terhadap orang yang pernah kontak erat dengan dokter Mawardi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kemungkinan orang kontak erat bisa saja bertambah. Petugas masih melacak dengan memberikan himbauan kepada warga dan upaya lain juga dilakukan dengan menggunakan mobil pengeras suara,” ungkap Roza Mardiah.

Terkait pengambilan swab orang yang kontak erat dengan dokter Mawardi, Roza mengatakan pengambilan sampel swab akan dilakukan secara bertahap, dimana setiap harinya pengambilan sampel dilakukan kepada 30 orang. “Setiap hari kita akan ambil sampelnya untuk 30 orang,” tambahnya.

Roza menghimbau, warga yang pernah kontak erat dengan dokter Mawardi diharapkan untuk melapor ke pihak puskesmas. Hal ini dilakukan tak lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Baca Juga :  Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Hingga rabu 24 juni 2020, data rekapan penanangan Covid 19 masih terdapat dua orang positif Covid 19 yang dirawat di RS rujukan pemerintah. 8 orang dinyatakan sembuh dan 1 meninggal dunia.

Sementara, jumlahODP sebanyak 11 orang, PDP 2 orang, dan notifikasi atau pelaku perjalanan dari daerah terpapar sebanyak 282 orang.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB