Serapan Anggaran APBD Tanah Datar Rendah

Penulis -

Senin, 19 April 2021 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tanah Datar Eka Putra

Bupati Tanah Datar Eka Putra

Tanah Datar, Prokabar – Hingga Maret 2021, serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Tanah Datar baru terealisasi Rp89,7 miliar, dari Rp1,3 triliun APBD.

Serapan APBD tersebut tentunya masih tergolong rendah.

Hal ini diungkap Bupati Tanah Datar saat
Rapat Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2021, Senin (19/4).

Rendahnya serapan anggaran kata Bupati disebabkan masalah dari hulu sampai hilir.

Diantaranya, perubahan regulasi, perencanaan yang tidak tepat, hingga permasalahan birokrasi ketika akan membelajakan anggaran.

“Saya memahami, adanya perubahan regulasi keuangan daerah pada tahun 2021 dari permendagri No 13 tahun 2006 menjadi permendagri No 77 tahun 2020 berakibat adanya perubahan sistem dari SIMDA ke SIPD. Saya mengetahui, dalam pelaksanaannya aplikasi yang baru dilaunching akhir tahun lalu ini masih memiliki kendala dalam penggunaannya,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Eka melanjutkan, masih banyaknya tenaga harian lepas (THL) dan perangkat nagari yang belum menerima haknya.

Dia berharap hal tersebut dapat menjadi beban moral bagi semua pihak, khususnya oleh OPD.

“Saya berharap, ini menjadi beban moral bagi kita semua. Beban moral ketika para pegawai THL ini harus berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ketika para THL ini harus menggadaikan sepeda motor, ketika mereka harus menjual emas simpanannya untuk bertahan hidup,” Lanjut Eka Putra.

Eka pun meminta, seluruh OPD untuk bekerja keras mengatasi persoalan-persoalan yang ada, sehingga uang bisa segera beredar.

“Hari ini adalah hari ketujuh Ramadhan. Jika THL bisa menerima honornya, mereka bisa berbelanja persiapan lebaran, bisa membantu orang tuanya, bisa membayar utang dan menebus barang yang sudah digadaikan. roda ekonomi pun akan berputar. jika uang beredar, multiplier efect-nya juga pasti ada. saya yakin, bapak/ibu bisa mengatasi persoalan ini,” pinta Eka Putra kepada OPD.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Eka juga menyarankan, OPD untuk melakukan komunikasi intensif antar instansi, dan belajar ke daerah lain dengan perubahan sistem itu. Daerah lain bisa cair, mengapa di Tanah Datar tidak.

“Apa yang mereka lakukan agar dana bisa segera cair dan tidak terkendala alasan peralihan sistem ini. Jika ada yang sudah bisa dicairkan, segera cairkan. jangan ditahan-tahan, jangan ditunggu selesai semua baru dilakukan pencairanMari semua kerja keras, mari kita bertekad. APBD kita yang sebesar 1,3 triliun itu bisa dibelanjakan, agar bermanfaat bagi pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi covid-19 ini,” lanjutnya

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dalam rapat itu, Eka Putra juga menyampaikan jika tahun 2021 Tanah Datar mendapatkan dana alokasi khusus sebesar 119 miliar lebih yang dilaksanakan oleh sepuluh perangkat daerah yang terdiri dari 3 bidang DAK reguler dan 8 bidang DAK penugasan.

“Saya minta setiap pimpinan perangkat daerah untuk segera melaksanakan program kegiatan yang sudah disusun. OPD yang mengelola kegiatan DAK ini agar melakukan lelang dan penandatanganan kontrak guna mendukung pemulihan ekonomi melalui penggunaan metode padat karya,” ucap Eka.

Eka juga meminta, untuk kegiatan DAK fisik tahun 2021 yang belum kontrak agar pelaksanaannya mengutamakan penyerapan sebanyak mungkin tenaga lokal, dan penggunaan bahan baku lokal dengan berpedoman pada petunjuk teknis/petunjuk operasional dak fisik. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB