Pasaman, Prokabar – Tuanku Rao, pasti banyak mendengar nama ini. Ia adalah panglima perang dan tokoh paderi terkemuka. Ia merupakan salah seorang tokoh penyebar Islam. Asli Rao, Pasaman.
Bicara Rao, ternyata darah ini merupakan salah satu daerah induk di Pasaman dan sangat luas dahulunya. Ini terungkap saat Sertijab Camat Rao Utara.
Tokoh masyarakat Rao Utara berharap, camat bisa tinggal dan menetap di daerah kerjanya. Jangan lagi hanya ada di saat jam kerja, lantaran tidak berdomisili di Rao Utara. Akibatnya bila ada keperluan mendadak sore atau malam hari, atau di hari libur, masyarakat tidak bisa berurusan dengan camatnya.
Hal itu disampaikan Jarmalis, tokoh masyarakat Rao Utara dalam kesempatan serah terima jabatan Camat Rao Utara, dari Asran, kepada Muhammad Isnaini di Gedung Serba Guna Komplek Kantor Camat Rao, Kamis (28/3).
Diulas, Rao Utara merupakan kecamatan pemekaran. Sebelum pecah, wilayah Rao bernama Kecamatan Rao MT atau Rao Mapattunggul, berpusat di Rao.
Wilayah kecamatan Rao MT meliputi Kecamatan Rao Utara, Kecamatan Rao Selatan, Kecamatan Mapattunggul dan Kecamatan Mapattunggul Selatan, serta Kecamatan Rao itu sendiri, sebagai Induk.
Sebelum tahun 90an, wilayah Rao merupakan satu wilayah administratif kecamatan, dengan luas lebih besar dari Kabupaten Tanah Datar dan memiliki satu kecamatan perwakilan yang berkedudukan di Mapattunggul.
Di era 90’an, atas usul Pemerintah Kabupaten Pasaman, yang dipimpin Bupati Taufik Martha waktu itu, Rao MT kemudian dimekar menjadi lima kecamatan. Selain untuk pendekatan pelayaran, juga berfungsi untuk mengintensifkan serta memaksimalkan pembangunan di wilayah-wilayah itu.
Dari lima pecahannya, tiga kecamatan pemekaran Rao MT itu, kemudian menjadi kecamatan tepi, yang berada di wilayah perbatasan. Rao Utara berbatas dengan Kabupaten Padang Lawas di Provinsi Sumatera Utara, Kecamatan Mapattunggul berbatas dengan Rokan Hulu, Provinsi Riau, sedangkan Kecamatan Mapattunggul Selatan berbatas dengan Kabupaten 50 Kota dan sebagian Provinsi Riau.
Akibat letak geografis dan posisi administratifnya di ujung, atau terkesan jauh, membuat tiga kecamatan tersebut selama ini memiliki camat yang jarang menetap di wilayah kerjanya.
Namun, dengan derasnya pembangunan Kabupaten Pasaman beberapa dekade terakhir, wilayah-wilayah baru tersebut sudah nyaris duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan kecamatan lain di Pasaman, terutama soal fasilitas pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Kecuali Kecamatan Mapattunggul Selatan yang bertopografi di pinggang bukit barisan, masih sedikit telat soal pembangunan, lantaran membutuhkan alokasi anggaran besar untuk melengkapi fasilitas umum dan frastruktur dasar di wilayah yang berbukit-bukit itu.
Bupati Pasaman Sabar AS dalam pesan-pesannya kepada Camat Rao Utara saat sertijab itu, menekankan agar camat segera pindah dan menetap di kecamatannya.
“Segeralah bekerja, berikan pelayaran yang baik pada masyarakat. Karena sejatinya, aparatur pemerintah itu adalah pelayan bagi masyarakatnya,” pesan bupati.
Dipesankan juga untuk melakukan sinergitas program pembangunan dengan daerah tetangga, termasuk kecamatan di provinsi tetangga, Sumatera Utara. Karena wilayah Rao Utara berbatas langsung dengan Sumut.
“Bila program pembangunan bisa sinergi, akan tercipta akselerasi pembangunan antar daerah, terutama dengan kecamatan-kecamatan tetangga di Kabupaten Pasaman ini,” pungkas Bupati Sabar. (Ola)
















