Daerah

Separuh Penghuni Lapas II B Lubuk Basung Pelaku Narkoba

Lubuk Basung, Prokabar – Sekitar 50 persen warga binaan Lapas II B Lubuk Basung merupakan terpidana kasus narkoba. Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Agam, Indra Catri bersama Kepala Lembaga Permasyarakatan II B Lubuk Basung, Hendra Budiman saat usai memberi remisi kepada ratusan narapidana, Sabtu (17/8) kemarin.

“Ini makin lama makin banyak. Di negara maju seperti Belanda, di tempat-tempat lain semakin lama penjara semakin kosong. Dan ini adalah kegagalan kita, dan itu perlu disadari. Dan malangnya lagi, yang banyak itu 55 persen adalah narkoba. Siapa yang mengedarkan, siapa yang memproduksi? Itu tidak pernah tertangkap,” ungkap Bupati Agam, Indra Catri kepada Prokabar.com di Lapas II B Lubuk Basung.

Ia melanjutkan 45 persen lagi itu terpidana kasus asusila dan perampokan. “Tidak banyak perampokan saat ini. Artinya ekonomi membaik. Tapi asusila, gizi makin naik namun pengontrolan diri kurang baik. Akhlak kurang baik, akhidah kurang baik. Makanya Agam Madani. Tapi kenak kita pada narkoba. Dan sampel yang banyak tadi adalah Kecamatan Tanjung Raya” tuturnya.

Di Kecamatan Tanjung Raya merupakan kawasan Danau Maninjau dengan perekonomian utama masyarakat adalah Keramba Jaring Apung. Melalui usaha tersebut, pemuda dan tokoh masyarakat cukup sejahtera karenanya. “Dimana ada duit, ketika sesudah panen ikan, beli narkoba. Atau menyendiri di dangau danau, sehingga kontrol lepas. Dan ini sangat memprihatinkan, mudah-mudahan kedepan kita bisa lebih baik lagi,” terang Bupati.

Program Agam Madani menjadi solusi pencegahan amoral dan perilaku menyimpang. Ketika nagari sudah madani, reliqius dan Islami, anak kemenakan bisa terhindar dari narkoba, apalagi masalah asusila. Artinya, persoalan ekonomi bukan lagi alasan dari pengeruh buruk tersebut. Namun penanaman mentalitas dan karakter kearifan lokal, mampu mencegahnya. Moralitas dan sumber daya manusia yang baiklah yang mampu menggiring generasi muda menjadi lebih baik.

Kalapas II B Lubuk Basung, Hendra Budiman membenarkan keterangan Bupati Agam tersebut. Menurutnya, pembinaan keagaaman menjadi solusi utama dari persoalan hidup seorang individu. Hal itu serupa yang dilakukan dalam kebijakan merata di Lembaga Permasyarakatan. “Sesuai yang disampaikan Bupati Indra Catri, mengubah pola pikir dan jiwa seseorang itu dapat dilakukan melalui Ibadah dan pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal serupa kita lakukan dalam pembinaan terhadap warga binaan kita di Lapas ini,” ungkapnya.

Setelah rutin melakukan kegiatan ibadah dalam Mushalla hingga menjadi sebuah kebiasaan, pembinaan dilanjutkan dengan keterampilan dan skill. “Kemampuan ini akan membuat ia mandiri, sehingga mampu mencari penghidupan yang halal dan terhindar tindakan pidana. Dan pembinaan keterampilan yang telah dilaksanakan seperti kerajinan tangan, membengkel, anyaman atau sulaman,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top