Sentak Ilau, Nyanyian Batin Penguasa Hutan dan Keresahan Warga

Penulis -

Sabtu, 23 November 2019 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Lantunan sholawat nabi menikam ulu hati sang penguasa hutan, saat memasuki perkampungan warga di Pesisir Selatan.

Tubuh Inyiak Balang itu bergetar, langkahnya tertatih ketika ritual pengusiran harimau untuk kembali ke habitatnya. Hewan buas itu sudah meresahkan warga.

Dibarisan paling depan, lima orang “pandai” membaca kajian diiringi alunan tabuah. Harimau itu harus diusir, dia tamu tak diundang. Kalaupun diundang, perbuatan yang sia sia.

Dikejauhan, warga pucat basi, takut dicakar atau dicabik nyawanya. Mereka berdoa meminta kepada yang satu. Jangan sampai harimau itu terluka apalagi mengamuk, sia sia benar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Begitulah adegan yang diperagakan Sanggar Nan Gombang, saat menampilkan kesenian Sentak Ilau, dalam Pertunjukan Seni Kreatif di Geelanggang Palito Nyalo, Pauah, Kota Padang, Kamis (21/11) malam.

Malam kian kelam, sekelam kerbau hitam dikegelapan. Langkah pandeka tak surut dibawah rintik hujan. Mereka memainkan adegan Sentak Ilau kontemporer dengan apik, nyaris membius penonton.

Liuk jemari penari membuai sahdu nya malam, dibawah rintik hujan. Diluar lapanganan penonton tepuk tangan.

Lima penari berlari memutar diatas panggung. Menyerentak merangkul pasangan masing-masing. Yang satu lagi duduk bersila sambil membaca mantra.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Penari yang berpasangan kadang naik diatas punggung pasangannya, kadang turun.

Penari perempuan menggambarkan resahan hati harimau saat diusir dari santapannya, di perkampungan. Diusir tapi tak dilukai, namun harus kembali kehabitat. Penari laki laki diibaratkan dukun yang mengusir binatang buas tersebut.

Menurut pendiri sanggar Nan Gombang, Hosrizal Yaman, Sintak Ilau merupakan kejadian nyata yang dialami warga Pesisir Selatan.

“Sentak Ilau adalah sebuah ritual yang dilakukan warga Pesisir Selatan untuk mengusir atau menangkap harimau yang masuk ke perkampungan. Diusir tapi tak dilukai,” kata dia.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ketika harimau masuk ke perkampungan kata dia, salah satu langkah untuk mengusirnya adalah dengan meminta doa kepada sang pencipta. Berkat doa itulah harimau kembali ke habitatnya, tanpa harus terluka.

“Kita berdoa, membaca sholawat nabi yang diiringi bunyi tabuah atau Gendang,” lanjutnya.

Sementara, koreografer Sentak Ilau, Desi Armanisa menyebut, tarian Sentak Ilau adalah sebuah ekspresi ketakutan harimau dan warga, yang dituangkan kedalam tarian.

“Tanpa menghilangkan arti Sentak Ilau itu sendiri, yaitu emanggilan,” ungkapnya. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB