Tanah Datar, Prokabar — Sebanyak 171 turis asal cina telah mendarat di bandara internasional Minangkabau pada minggu pagi (26/1) dan disambut lansung Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Setiba di BIM, Turis asal negeri panda itu lansung melancong kebeberapa destinasi pariwisata di kota tabuik, Pariaman dan dilanjutkan ke kota wisata Bukitinggi.
Dalam jadwal kunjungannya, turis asal Cina itu juga akan berkunjung ke Luhak Nan Tuo, Tanah Datar pada senin (27/1).
Beberapa destinasi wisata yang akan mereka kunjungi diantaranya Istano Basa Pagaruyung, jamuan makan siang di Indo Julito, dan menyaksikan pacu jawi di Kenagarian Pariangan.
Kedatangan turis asal negeri tirai bambu itu tidak semerta merta berjalan mulus, dan banyak pengguna media sosial yang menyatakan penolakannya atas kedatangan mereka untuk melancong ke Sumatera Barat. Terlebih, saat ini negara Cina dihantui akan penyebaran virus corona yang telah merengut korban jiwa dalam waktu yang singkat.
Meski pihak KKP bandara international Minangkabau menyatakan seluruh turis tersebut terbebas dari inveksi virus corona, namun kekhawatiran ditengah tengah masyrakat sama sekali tak dapat dibendung.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar Yesrita saat dihubungi prokabar.com mengatakan, sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona, pihaknya telah berkordinasi dengan instansi terkait akan kunjungan para turis itu. Pemerintah daerah juga akan menyediakan masker bagi siapapun yang akan berkontak erat dengan para turis selama berada di Luhak Nan Tuo.
Pemkab Tanah Datar juga mengungkapkan akan menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun. Terkhisus, saat para turis berkunjung ke Indo Julito untuk jamuan makan siang bersama forkopimda dilingkungan pemkab Tanah Datar.
“Kita siapkan masker untuk yang akan kontak erat dengan turis dan bekerja sama dengan bagian umum, kita juga menyiapkan hand soap untuk cuci tangan,” tulis Yesrita.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga Tanah Datar Abdul Hakim menyampaikan jika berdasarkan jadwalnya, para pelancong asal Cina ini akan tiba di Istano Basa Pagaruyung sekitar pukul 10.00 WIB disambut dengan tari gelombang. Usai menikmati suasana Istana Pagaruyung, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan jamuan makan siang di kediaman Bupati Tanah Datar, Indo Julito.
“Di Indo Julito nanti akan disambut oleh forkopimda. Kita juga sudah berkordinasi dengan dinas kesehatan, jika sebelum masuk ke Indo Julito, tamu akan terlebih dahulu mencuci tangan mereka ditempat yang telah disediakan. Rencananya jumuan dilakukan di gazebo,” kata Abdul Hakim.
Usai di Indo Julito, para turis kembali melanjutkan perjalanan menuju Kenagarian Pariangan. Disana, para turis asal Cina itu akan menyaksikan event pacu jawi yang telah disediakan khusus untuk para turis. (eym)
















