Seniman Piaman Bersatu, Rancang Ivent Batajau Seni

Penulis -

Jumat, 28 Desember 2018 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar —  Sejumlah seniman Kota Pariaman dan Padang Pariaman berhimpun merencanakan ivent besar bertajuk Batajau Seni. Hal tersebut didasari minimnya iven kesenian dan kebudayaan Piaman. Dan itu membuat membuka ruang tampil yang cukup bagi kreatifitas pelaku seni. Terutama di kedua wilayah kultural Piaman ini. 

Kebuntuan berbuah hasil dari pertemuan dengan menggelar iven diselenggarakan 30 Desember 2018 nanti. Kegiatan dilaksanakan rencananya di pelataran parkir GOR Sungai Sariak. 

Sanadi, koordinator kegiatan mengatakan, Batajau Seni adalah bentuk iven bersifat independen dari para seniman untuk masyarakat secara umum. “Hingga saat ini sudah lebih dari 17 sanggar yang akan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami yakin kegiatan akan terselenggara dengan baik berkat dukungan yang besar dari seluruh kawan-kawan pengelola dan penggerak sanggar seni se Padang Pariaman,” katanya.

Pada saat kegiatan, menurut rencana akan digelar 3 mata acara yakni pertunjukan kesenian, orasi budaya dan diskusi kesenian. Wendy selaku stage manager menjelaskan, kegiatan pertunjukan akan difokuskan pada karya-karya inovasi dan karya tradisi yang hampir punah. “Karya inovasi adalah karya seni pertunjukan yang bentuknya baru, namun tetap berakar dari karya tradisional asli Piaman. Sementara, karya tradisi hampir punah adalah karya yang benar-benar telah langka dan tidak punya ruang tampil lagi di masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Karya inovasi yang akan tampil menurutnya terdiri dari musik dan tari. “Karya  tradisi yang akan tampil adalah tari lasuang dan silek sunua,” katanya. 

Menurut rencana, kegiatan Batajau akan digelar secara rutin 4 bulan sekali. “Karya tradisi yang ditampilkan pada Batajau bulan kedepan, akan direspon dalam bentuk karya inovasi pada batajau berikutnya,” jelasnya.

Muhammad Fadhli, salah satu inisiator kegiatan menjelaskan Batajau seni akan berlangsung dua tahap. “Tahap pertama adalah Batajau yang digelar 4 bulan sekali. Kemudian, setelah 3 kali penyelenggaraan, akan digelar Batajau Akbar. Dalam Batajau Akbar ini kita tidak hanya akan menghadirkan pertunjukan tetapi juga ekspo selama seminggu penuh untuk mengetengahkan masing-masing sanggar yang ada di Piaman,” sebutnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Batajau, mengambil spirit dari kegiatan batajau yang memang sudah lestari dalam budaya Piaman. “Batajau ini biasanya digelar oleh kalangan perguruan silek atau penggiat tradisi tambua tasa. Nah, spirit guyub dan gotong royong ini yang kita ambil. Sementara itu, kata batajau sendiri juga kita jadikan sebagai akronim dari Bursa Pertunjukan, Jasa dan Usaha seni,” katanya.

Pada akhirnya batajau seni adalah sebuah bursa besar tempat masyarakat dapat melihat spesifikasi jasa seni pertunjukan. “Untuk karya-karya inovasi, bursa ini bertujuan untuk menarik minat para penggerak festival. Sehingga sebagai calon ‘pembeli’ mereka dapat melihat bentuk karya yang mana yang akan mereka hadirkan dalam festival yang mereka gelar,” katanya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Asril Muchtar, seorang akademisi ISI Padang Panjang juga seorang peneliti seni Piaman menilai, kegiatan Batajau sebagai inovasi luar biasa yang penting bagi pengembangan seni di masa depan. 

“Selama ini sanggar-sanggar banyak tampil di ajang alek nagari. Ini tentu penting diteruskan karena di alek nagari, seni-seni tradisi dilestarikan. Namun, mereka juga butuh ruang untuk menampilkan karya baru yang berakar dari tradisi juga. Disinilah batajau akan memainkan peran,” sebutnya.

Asril optimis, Batajau seni akan menjadi ajang yang membuka gerbang kesempatan bagi para seniman Piaman untuk eksis di berbagai iven besar, baik nasional maupun internasional. “Saat ini sangat banyak festival seni yang membutuhkan talenta-talenta dan karya-karya baru. Baik ditingkat nasional maupun internasional. Melihat semangat yang ada, jika Batajau Seni terus menerus digelar, kita tinggal menunggu seniman Piaman akan tampil di ajang-ajang besar seperti festival-festival luar negeri,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB