Daerah

Sengitnya Debat Kandidat Paslon Kada Pariaman

Pariaman, Prokabar – Persaingan ketat terjadi antara Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah Pariaman Nomor Urut 1 Mari, 2 DP dan 3 Gema di STIE SUMBAR, Jalan By Pass, Sabtu malam (23/06). 

Dari pengamatan prokabar.com, Debat Kandidat tersebut cukup berjalan alot dan sengit. Pasalnya, mereka lebih kritis dan saling serang dalam beragam pertanyaan.

Pasangan Mari (Mahyuddin-Ridwan) Nomor urut 1 yang didukung partai PKS dan Gerindra terlebih dahulu memaparkan program unggulan sekitar transportasi, seni budaya, tingkat perceraian, pengembangan wisata, pemerintahan bagus dan bersih.

Dari paparanya, Mahyuddin didampingi Wakilnya Ridwan menonjolkan segala regulasi nasional harus realisasilan ke pemerintahan daerah. Dan setiap kebijakan harus mengacu kepada aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Melanjutkan Pariawan sebagai kota tujuan wisata berlandasan budaya dan agama.

Berbeda dengan Paslon DP (Dewi-Pabrizal) nomor urut 2 dengan partai pendukung Nasdem dan Hanuran. Dengan lugas, Istri Wakil DPRD Pariaman bersama wakilnya pengusaha dan perantau memaparkan program yang mengutamakan perubahan moral masyarakat. Rasa malu dengan peningkatan nilai-nilai agama dan budaya lebih ditonjolkan ketimbang pembangunan lainnya.

Sedangkan paslon nomor urut 3, GEMA (Genius-Mardison) lebih menonjol pada pembangunan sumbar daya manusia melalui pembangunan pendidikan gratis, sekolah pariwisata dan berkemampyan bahasa asing, melanjutkan program pariwisata serta pembenahan pemerintahan yang disiplin, cerdas, bersih dan baik.

Selain itu, Genius dan Mardison juga melakukan klasifikasi terhadap berita hoax yang mengarah kepadanya. Dirinya membantah adanya tindakan korupsi dari pembangunan yayasan serta temuan BPK RI tentang pengambilan aset rumah dinas. Semuanya telah dibuktikan bahwa semua tuduhan melalui pemberitaan tendensius tersebut jelas fitnah dan bohong. 

“Kami akan menuntut dan melaporkannya nanti ke pihak kepolisian atas fitnah yang disebar di media sosial tersebut. Namun nanti setelah kami melalui proses tahapan ini. Tindakan tersebut jelas tidak terpuji dan sangat jahat terhadap kami,” tutup Mardison. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top