Sempat Terhenti, Tambang Emas Illegal Kembali Beraksi di Nagari Cubadak

Penulis -

Minggu, 24 Februari 2019 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Mesin alat berat jenis escavator meraung-raung di pedalaman Jorong Sinuangon, Nagari Cubadak, Kecamatan Duo Koto.

Sekencang mesin ini melakukan penambangan emas, sekencang itu pula masyarakat menyuarakan kekhawatiran mereka atas tambang illegal ini.

“Tapi, apaladaya, suara kami masyarakat tak didengarkan pemerintah. Anjing menggonggong kafilah berlalu, seperti itulah suara kami menolak tambang illegal ini,” kata Randi, salah seorang masyarakat sekitar, Minggu (24/2).

Baca Juga :  SMP Semen Padang Raih Penghargaan Stratifikasi UKS Padang 2025

Diakui Randi, aksi tambang illegal ini sudah berbulan-bulan kembali aktif. Dulu sempat terhenti, karena disikat aparat penegak hukum dan Pemkab Pasaman tahun 2018 lalu. Namun, setelah situasi reda, cakar tiga uni mesin escavator kembali beraksi.

“Dulu Aparat Gabungan pernah menertibkan dan menyegel satu unit Escavator milik oknum penambang. Namun selang beberapa waktu, masuk lagi dua unit lagi escavator dari daerah Kampung Rabi Jonggor, Kabupaten Pasaman Barat hingga kini terus beroperasi menggeruk biji emas di daerah itu. Jadi kami selaku masyarakat yang kuatir akan dampak negatif dan resiko lingkungan dari aktifitas ilegal minning ini sangat kecewa terhadap tidak seriusnya Pemda Pasaman dalam menuntaskan kasus ini,” terang Randi.

Baca Juga :  IPSI Padang Targetkan Juara Umum Silat di Porprov Sumbar 2026

“Tidak hanya itu, saya kawatir akan memicu konflik baru antar masyarakat. Kita tidak ingin kasus konflik yang terjadi di Kampung Simpang tonang terjadi pula di Jorong Sinuangon. Apalagi yang diuntungkan bukan masyarakat, tetapi oknum penambang,” lanjut Randi.

Baca Juga :  Silaturahmi KPID dengan Lembaga Penyiaran, Bahas Kolaborasi hingga Kesejahteraan Media

Masyarakat meminta, Pemkab Pasaman dan aparat penegak hukum supaya bisa turun tangan. Mengingat, efek buruk jangka panjang bakal dirasakan masyarakat di sekitar lokasi tambang. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transportasi Berbasis Rel Jadi Solusi Rendah Emisi, KAI Divre II Sumbar Dukung Mobilitas Berkelanjutan
KMM JAYA Kecam Maraknya Tambang Ilegal di Sumbar, Desak Satgas PKH dan Pemerintah Bertindak Tegas
Kakak Kandung Presiden Prabowo Tanam Pohon Bersama di Unand
Silaturahmi KPID dengan Lembaga Penyiaran, Bahas Kolaborasi hingga Kesejahteraan Media
SMP Semen Padang Raih Penghargaan Stratifikasi UKS Padang 2025
GOR H. Agus Salim Ditutup Total 15 Juni, Pedagang dan Sekretariat Cabor Segera di Relokasi
Wako Fadly Amran Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di Sumbar, Antrean SPBU Ganggu Ekonomi Masyarakat
Hilangnya Meja dan Jaringan Komputer SMKN 1 Lubuk Sikaping Masih Jadi Misteri Penyedia Bantah Mengambil Barang

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:08 WIB

Transportasi Berbasis Rel Jadi Solusi Rendah Emisi, KAI Divre II Sumbar Dukung Mobilitas Berkelanjutan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:01 WIB

KMM JAYA Kecam Maraknya Tambang Ilegal di Sumbar, Desak Satgas PKH dan Pemerintah Bertindak Tegas

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WIB

Kakak Kandung Presiden Prabowo Tanam Pohon Bersama di Unand

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:08 WIB

SMP Semen Padang Raih Penghargaan Stratifikasi UKS Padang 2025

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:12 WIB

GOR H. Agus Salim Ditutup Total 15 Juni, Pedagang dan Sekretariat Cabor Segera di Relokasi

Berita Terbaru