Padang, Prokabar – PT Semen Padang mengirim relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang ke lokasi bencana gempa berkekuatan 5.3 SR yang mengguncang wilayah Solok Selatan (Solsel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (28/2) pukul 06.27.05 WIB.
Relawan yang berjumlah lima orang itu, nantinya sesampai di lokasi bencana, akan langsung berkoordinasi dengan BPBD daerah setempat, dan melakukan assesment terkait sejauh apa kerusakan dari bencana gempa yang terjadi di daerah berjulukan “Sarantau Sasarambi” tersebut.
Kepala Biro Humas PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, hasil assesment dari relawan TRC Semen Padang yang dikirim ke lokasi gempa itu, nantinya akan dilaporkan ke Koordinator Lapangan TRC Semen Padang untuk dikoordinasikan dengan manajemen PT Semen Padang.
“Dari hasil assement itu lah nantinya ditentukan apakah perusahaan perlu mengirim tambahan relawan, tim medis dan sembako ke lokasi bencana atau tidak,” kata Nur Anita Rahmawati usai melepas keberangkatan relawan TRC Semen Padang ke lokasi gempa, di Plaza Kantor Pusat Semen Padang, Kamis.
Selain melakukan assesment di lokasi bencana, Anita menyebut bahwa relawan TRC Semen Padang itu nantinya juga akan membantu penanganan pascagempa, seperti mengevakuasi korban gempa, membersihkan fasilitas umum dan rumah-rumah penduduk yang runtuh akibat gempa, dan lain sebagainya.
“Relawan TRC Semen Padang yang dikirim tadi pagi itu, nantinya akan berada di lokasi bencana gempa Solsel selama tiga hari. Bisa jadi masanya di sana diperpanjang dan bisa juga tidak, tergantung bagaimana situasi di lapangan nantinya,” pungkas Anita.
Sebelumnya, Sekretaris BPBD Solsel, Sumardianto menuturkan bahwa akibat gempabumi berkekuatan 5.3 SR yang mengguncang wilayah Kabupaten Solsel pada Kamis pagi itu, menyebabkan 40 unit rumah warga rusak dan 49 orang warga mengalami luka ringan.
Untuk lokasi terdampak, katanya, berada di Kecamatan Sangir Balai Janggo. Bahkan, jumlah rumah rusak dan korban luka-luka itu, tersebar di dua Nagari di kecamatan tersebuit, yaitu Nagari Sungai Kunyit dan Nagari Talunan Maju.
Namun yang paling parah terdampak gempa, yaitu di selatan Nagari Talunan Maju. Di sana, terang Sumardianto, 30 unit rumah dilaporkan rusak dan satu orang korban mengalami luka ringan. Sedangkan sisanya, tersebar di Nagari Sungai Kunyit.
“Data ini masih sementera dan akan terus diupdate, karena TRC BPBD Solsel hingga kini masih terus melakukan pedataan jumlah korban dan rumah yang terdampak. Tindakan sementara yang telah kami lakukan, yaitu membuka posko kesehatan di Sungai Kunyit,” katanya.(*/mbb)
















