Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Bola

Semen Padang FC 2020, Menyigi Kandidat The Next Il Capitano

Padang, Prokabar – Setelah Dedi Gusmawan dan Irsyad Maulana hengkang musim ini ke PSM Makassar, Semen Padang praktis ditinggalkan dua kapten timnya. Sekarang “New Semen Padang” harus mencari kapten tim baru. Cukup menarik siapa yang akan jadi penerus Il Capitano di Liga 2 2020 mendatang.

Jika dilihat sejarah pemegang ban kapten Semen Padang, sesungguhnya tak banyak pemain yang mendapat kehormatan itu. Parameter paling sederhana menentukan kapten tim, biasanya pemain senior dan pemain yang bisa jadi panutan dalam dan luar lapangan bagi pemain lain.

Selain itu, seorang kapten dituntut punya komunikasi bagus di lapangan, punya kharisma, dan tentunya punya pengaruh besar dalam permainan tim. Seorang kapten juga menjadi penyambung lidah pelatih di lapangan untuk meneruskan instruksi. Kalau ada “syarat” lain. banyak kapten tim adalah putra daerah atau pemain yang secara emosional punya ikatan kuat dengan tim.

Apapun lasannya, seorang kapten adalah seorang leader atau jendral di lapangan berukuran 110 x 60 meter itu. Di Semen Padang, untuk jabatan kapten tim biasanya memang sangat selektif dalam memilih pemimpin tim.

Idrus Ali, Muharman, Syafrianto Rusli, adalah kapten-kapten Semen Padang di awal-awal klub ini berdiri. Generasi beralih, di era 1990-an sejumlah pemain yang pernah menyandang ban kapten adalah Endra Mahyuni, Nilmaizar, dan Hendra Susila.

Setelah itu dua kapten yang paling fenomenal dan cukup lama bertugas adalah Masykur Rauf dan Hengki Ardiles. Keduanya punya catatan tersendiri, selama menjadi kapten tim.

Masykur menyandang ban kapten sampai dia pensiun tahun 2001, sebelum diserahkan kepada anak Aceh, Effendi Ibrahim. Setelah itu, sampai promosi ke Liga Super 2009, cukup banyak pemegang ban kapten, ada May Rahman, Masperi Kasim, atau pemain asing seperti Carlos Renato dan Antonio “Toyo” Claudio.

Mulai 2010, tak banyak yang menyandang ban kapten. Setelah Ellie Aiboy masuk lagi 2010, anak Papua itu langsung diserahi ban kapten sampai dia menepi dari tim. 2014, sang deputy Hengki Ardiles naik menjadi kapten.
Pemain santun ini juga menjadi kapten sampai 2018, ketika Semen Padang promosi lagi ke Liga 1, walau tahun itu dia mulai sering parkir di bangku cadangan dan deputy-nya Irsyad Maulana.

Estafet kapten benar-benar diserahkan Hengki kepada Irsyad Maulana tahun berikutnya. Peralihan yang sangat pas, dari senior ke yuniornya sesama putra daerah. Sayangnya, di pertengahan musim Liga 1 2019, Irsyad menyerahkan ban kapten kepada pemain senior dari Medan, Dedi Gusmawan, dengan alasan permainannya bisa lebih maksimal tanpa ban kapten di lengan.

Sekarang, untuk musim 2020, dengan mayoritas pemain adalah wajah-wajah baru. Maka cukup menarik, siapa yang akan jadi kapten Kabau Sirah ke depan. Dari nama-nama yang beredar sebagai calon-calon penghuni skuad semen Padang 2020, setidaknya beberapa nama layak dikedepankan;

1. Rudi
Bisa dikatakan. Anak Matur ini adalah pemain paling senior di Semen Padang saat ini, disamping sedikit dari putra daerah yang kemungkinan masuk tim. Selain itu, kiprah hampir satu dasa warsa bersama Semen Paadang sejak 2010, layak juga jadi pertimbangan.

Selain itu, Rudi dalam beberapa kali kesempatan juga pernah menjadi kapten tim, jika Hengki atau Irsyad berhalangan main. Jadi, masih cukup layak gelandang gaek ini memimpin tim.

2. M. Nur Iskandar
MNI is back! Pria berdarah Makssaar yang lahir di Papua ini bukanlah sosok asing di Semen Padang. 2012-2017 adalah kiprah terbaiknya bersama Semen Padang. Selama itu, Nur mendapat tempat yang cukup istimewa dihati penggemar Semen Padang.

setelah berkelana ke Sriwijaya FC dan Bhayangkara FC, kini Nur kembali ke Semen Padang. Sebagai pemain senior dan pemain spesial dimata fans, Nur juga sangat layak diberi jabatan kapten. Tak ubahnya ketika Ellie Aiboy pulang tahun 2010 dan langsung diberi kepercayaan jadi kapten.

3. Rendy Oscario Sroyer
Walau dalam dirinya mengalir darah Papua, tapi kiper muda ini adalah murni produk Akademi Semen Padang. Progres karirnya tergolong cepat, ketika rekan-rekan seangkatannya di Akademi Semen Padang begitu sulit menembus tim senior, Rendy justru melejit.

Setelah menjadi kiper utama di Liga 2 2018, Rendy sempat mengalah kepada seniornya Teja Paku Alam di Liga 1 2019. Setelah Teja kabur ke Persib musim ini, maka hampir dapat dipastikan Rendy akan kembali menjadi punggawa utama dibawah mistar.

Jadi kapten? Tidak berlebihan, jika melihat ikatan emosional dan loyalitasnay dengan Semen Padang. Sebagai kiper Rendy juga punya komunikasi bagus di lapangan. Dia juga tak segan “menegur” seniornya jika membuat kesalahan di lini belakang yang bisa membuat gawang terancam. Kalau bukan kapten utama, co-captain pun sudah layak disandangnya.

Diluar tiga nama tersebut juga ada pemain senior yang juga berpeluang, seperti duo mantan Vendry Mofu dan Ricky Ohorela. Namun dibanding tiga nama diatas, keduanya mungkin terbilang sulit jadi kapten tim dengan berbagai alasan.

Jadi, Who is Next Il capitano?.(mht)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top