Padang Prokabar- Kampanye Perang Melawan Stunting yang dilakukan PT Semen Padang dalam rangka mendukung program Generasi Emas 2045 terus digalakkan. Setelah memberikan bantuan makanan tambahan untuk bayi stunting berusia di bawah 2 tahun (Baduta), kali ini PT Semen Padang bersama Pemko Padang me-launching Rumah Gizi “Santiang” Kecamatan Pauh, Rabu (11/1)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati mengapresiasi PT Semen Padang yang telah berkomitmen mendukung Pemko Padang dalam program Cegah Stunting (Ceting) untuk tiga kecamatan di Kota Padang, yaitu Pauh, Lubuk Begalung dan Lubuk Kilangan. Bahkan dalam hal ini, PT Semen Padang menjadi bapak asuh dari Baduta yang tersebar di tiga kecamatan tersebut.
“Ini perlu kami apresiasi. Apalagi, sejak dilakukannya MoU antara Pemko Padang dengan Semen Padang dalam program Ceting, Semen Padang terus menunjukkan komitmennya mendukung Pemko Padang dalam melakukan pencegahan stunting. Harapannya, jangan stop sampai disini, kami berharap ini bisa berlanjut ke depannya,” kata Srikurnia.
Khususnya ibu-ibu dari baduta di Kecamatan Pauh yang berjumlah 28 balita, ia pun berharap kehadiran ibu dan 28 Baduta ini tidak hanya untuk launching Rumah Gizi “Santiang” saja, tapi harus berkomitmen untuk hadir selama 10 hari ke depan di Rumah Gizi “Santiang” ini dalam rangka penanganan stunting terhadap balitanya yang masuk dalam data Baduta.
“Jangan sampai tidak hadir. Kami tidak mau seperti itu. Kalau kita berkomitmen 10 hari ke depan bertatap muka di sini (Rumah Gizi “Santiang”), maka dari sekarang sampai 10 hari ke depan, 28 Baduta ini harus hadir setiap hari di sini. Karena, setelah Rumah Gizi “Santiang” ini di launching, akan ada berbagai kegiatan dilakukan yang tujuannya untuk penanganan stunting,” ujarnya.
Berbagai kegiatan penanganan stunting yang diadakan di Rumah Gizi “Santiang” ini, sebut Srikurnia, diantaranya penyuluhan tentang gizi untuk balita, penyuluhan tentang kesehatan gigi balita, penyuluhan tentang Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan pemantauan berat, tinggi badan dan kesehatan balita. “Berbagai kegiatan ini melibatkan dokter, bidan dan tim gizi dari Puskesmas Pauh,” katanya.
Masalah stunting, kata Srikurnia melanjutkan, disebabkan bukan hanya karena asupan gizi balita. Masalah PHBS, pola asuh ibu kepada anaknya dan cara pemberian makanan, dan ketidakpahaman ibu terkait masalah gizi seimbang juga menjadi penyebab terjadinya stunting. Namun begitu, dia menyampaikan bahwa masalah gizi seimbang bukan berarti mahal.
“Masalah stunting bukan hanya disebabkan oleh faktor ekonomi. Ini masalah anak-anak masa pertumbuhan butuh protein tinggi, seperti nabati dan hewani. Kalau nabati tidak harus mahal, tahu dan tempe itu nabati. Kemudian hewani itu, telur dan daging. Agar tidak terjadinya stunting, ibu-ibu harus bisa mengolah nabati dan hewani menjadi makanan yang enak dikonsumsi oleh balita kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan bahwa PT Semen Padang mendukung program Ceting di Rumah Gizi “Santiang” ini. Dan kata “Santiang” itu dalam pengertian bahasa Minang itu, bagaimana generasi ke depan bisa menjadi generasi the best.
“Ini harapan kita bersama. Mudah-mudahan dengan di launchingnya Rumah Gizi “Santiang ” ini, di wilayah Ring 1 PT Semen Padang, khususnya Pauh, tidak ada lagi generasi yang mengalami masalah gizi atau stunting. Dan, PT Semen Padang sangat mendukung Rumah Gizi “Santiang” ini. Apalagi sebelumnya juga sudah ada MoU antara PT Semen Padang dengan Pemko Padang,” katanya. (*/eym)
















