Pasaman, Prokabar — Semangat menggebu-gebu Bupati Pasaman Yusuf Lubis dan Wakilnya Atos Pratama memanggil-manggil di tepian jalan Mangguang, Kecamatan Lubuk Sikaping.
Di balik semak belukar, bunga dan batu taman, semangat menggebu itu memanggil pejabat dan pihak terkait untuk menyinsingkan sedikit lengan bajunya. Biar bisa tangan membersihkan taman-taman bunga yang disimbolkan dahulu, sebagai icon kinerja Pemkab Pasaman. Tahun berbunga.
Tapi, agaknya, semangat tinggal semangat. Tak ada yang mengacuhkan. Hasilnya, puluhan taman yang sengaja dibangun dan ditanami bunga warna warni untuk memperindah pemandangan jalan menuju Kota Lubuk Sikaping, sudah berubah menjadi semak. Ada yang hanya kelihatan batu tamannya saja, ada yang tulisan intansi yang membangunnya saja, ada pula yang benar-benar tidak tampak lagi.
“Kasihan kita, taman-taman yang dibuat atas partisipatif berbagai pihak demi terwujudnya Pasaman berbunga seperti yang digagas bupati tidak terkelola dengan baik. Ini baru masalah sederhana, bagaimana masalah lainnya. Disiplin atau komitmen,” ungkap salah seorang warga sekitar, Selasa (26/3).
Tidak saja taman di pinggir jalan, Taman Kota juga begitu adanya. Sampah berleak sana-sini, WC baunya minta ampun, belum lagi fasilitas taman kota yang seharusnya layak untuk dikunjungi, malah tak ada daya tarik. Kasihan, masyarakat. (Ola)
















