Jakarta, Prokabar – Keluar dai studio XXI Plasa Senayan, kedua mata Indah Kalalo terlihat sembab. Saat ditemui awak media usai gala premier film Ambu : Semesta Pertama Dan Terakhirku, Indah Kalalo hanyut terbawa emosi kesedihan.
Saat ditanya awak media, Indah Kalalo teringat akan almarhumah ibunya. Selain itu, kehadirannya untuk memenuhi undangan sahabat.
“Iya ke sini sengaja mau lihat film yang sutradaranya sahabat aku. Bang Farid dan Endhita sahabat aku juga. Mereka sudah syuting tahun lalu, jadi ini film memang dinanti banget,” ujar Indah Kalalo.
Indah Kalalo mengaku tak kuasa menahan tangis ketika film ini diputar. Alur cerita sangat menggugah kesedihannya terutama teringat akan ibunya yang telah tiada.
“Sukses bikin mewek. Kalau saya jelas nangis, malah teman-teman yang sederet pada nangis. Ingat dan kangen Ambu (ibu),” ucapnya.
Wanita kelahiran 30 Agustus 1980 ini mengisahkan bila ibunya telah meninggal tiga tahun yang lalu. Menyaksikan film Ambu, Indah teringat ketika ia sering melawan ibunya.

“Kalau inget-inget dulu ya suka ngelawan orangtua. Jadi mikir punya anak dua nanti dibales sama anak deh. Tapi belajar dari film ini, kita jangan sampai buta. Walaupun orangtua galak, suka marah tapi tetap sayang sama kita,” aku Indah.
Disaat rindu tak tertahan, Indah hanya bisa meluapkan dengan tangisan. Ia pun sering memanjatkan doa dan memandang foto ibunya.
“Aku kangen ya nangis aja. Aku kirim doa, datang ke kuburan, terus mandangin fotonya. Aku kalau kangen ke almarhumah ibuku, paling cerita-cerita ke anak. Anak-anaku kan pas mamah meninggal mereka masih kecil-kecil. Jadi caranya kita biar anak-anak tahu tentang omahnya kita ceritain, supaya mereka nggak lupa gitu,” tutur Indah Kalalo seraya mengusap air matanya. (beb)
















