Pasaman, Prokabar — Delapan bulan sudah proses pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Padang Gelugur selesai dibangun. Begitu juga pengadaan alat kesehatannya (Alkes). Semua telah menghabiskan anggaran Rp15 miliar. Di balik itu, hingga saat ini, RS Pratama belum juga beroperasi. Ini beberapa fakta di balik semua itu.
Pemerintah Kabupaten Pasaman ternyata belum membayarkan anggaran pembangunan dan pengadaan itu. Hal ini disebabkan, tim panitia pengadaan di Dinas Kesehatan Pasaman terlambat melaporkan hasil lelang dan nota kontrak dengan rekanan kepada KPPN. Akibatnya, dana pembangunan dan pengadaam yang bersumber dari dana DAK kembali ke pusat. Sementara pengerjaan dan pengadaan telah dilakukan.
“Semua kita serahkan kepada Pemkab Pasaman. Total hutang kepada rekanan sekitar Rp15 miliar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Amdarisman, Jumat (24/8).
Selain itu, ternyata Dinas Kesehatan Pasaman juga masih membutuhkan dana miliaran rupiab lagi untuk mengoperasikan RS Pratama.
“Rencananya beroperasi akhir tahun ini dengan membuka dua poliklinik dulu. Poliklinik umum dan poliklinik gigi tapi semua ini akan terealisasi jika disetujuinya anggaran yang kita diusulkan di APBD Perubahan sekitar Rp7,7 miliar.
Anggaran ini akan kita gunaan untuk melengkapi mobiler, Alkes umum, mobil ambulan, bangunan pemusnah limbah medis dan rekruitmen karyawan tenaga kontrak lebih kurang 40 orang yang meliputi dokter, bidan, perawat, apoteker, satpam dan sopir. Kita bakal operasikannya bertahap. Ini tahap pertama,” tutup Amdarisman. (Ola)
















