Trending | News | Daerah | Covid-19

Opini

Selebriti -Selebriti di Channel Youtube


Catatan Ilham Bintang

Dibaca : 114

Minggu lalu, Helmy Yahya mengontak saya. Ia menyodorkan jadwal hari Rabu untuk mengundang sebagai tamu ngobrol-di channel Youtube

“ Helmy Yahya Bicara “. Ini lanjutan percakapan kami minggu sebelumnya. Tapi saya menyesal tidak bisa memenuhi undangannya. Padahal, topiknya menarik. Tentang peluang pers masa kini dan tantangannya. Saya minta dijadwalkan ulang, karena hari itu saya ada kegiatan kantor yang sudah terjadwal.

Sehari setelah itu, artis kawakan Yenny Rachman juga menghubungi saya mengundang ngobrol di channel youtube “ Jenny Rachman”. Saya mengiyakan untuk jadwal Kamis siang. Tunggu. Ini bukan diskriminasi gender. Dua-duanya sahabat saya, Helmy dan Jenny dua-dua saya kenal sejak puluhan tahun lalu.

Acara Helmy membutuhkan kehadiran fisik di studionya, sedangkan Jenny Rachman bisa dilakukan via aplikasi Zoom. Tidak perlu keluar rumah, pakai sarung pun ok. Tidak perlu
“ ritual” khusus seperti memakai masker, faceshield, jaga jarak dan bisa swab PCR karena khawatir dimangsa virus Covid19. Itu juga masuk pertimbangan saya tiap kali menerima undangan ke luar rumah. Maklum sudah usia lansia, rawan diburu virus Covid19. Tapi bukan itu yang saya mau ceritakan. Yang saya mau ulas adalah tren artis dan selebriti berkarya lewat channel Youtube. Dan, kebanyakan itu terjadi di masa pandemi Covid19 ini.

Saat pembatasan sosial berskala besar berlaku di mana – mana sejumlah artis justru tidak mati langkah. Tidak membuat gerak sebagai orang kreatif, terkungkung. Malah tertantang. Bagi mereka pandemi itu serasa hanya riak -riak kecil yang harus dilewati dalam kehidupan ini.

Hikmah dipecat TVRI

Channel Youtube “Helmy Yahya Bicara” diluncurkan Helmy bulan Maret lalu. Data terakhir subscribernya mencapai 529 ribu. Meski baru, ini bukan medan asing bagi Helmy yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia broadcast televisi. Sebagai publik speaker yang hebat pula. Sampa hari ini dia masih memegang mahkota Raja Kuis Indonesia.

Program yang sudah ditayangkan dalam kurun itu jumlahnya 163 episode.
Suatu pencapaian bagus untuk channel yang baru berumur 7 bulan.

“Alhamdulillah, Bang. Ini hikmah pandemi dan hikmah setelah dipecat di TVRI,” sahut Helmy sambil tertawa.

Mantan Wapres JK, Mantan Menteri ESDN Jonan, di antara tamunya yang pernah tampil di channel “ HYB”. Jumlah penonton yang besar diraih program ini ketika menampilkan presenter Ruben Onsu dan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noersy yang masing -masing ditonton 1, 1 juta orang.

Potensi ekonomi

Berbicara jumlah Subscriber dan viewers tidak bisa dilepaskan dari potensi ekonomi program itu.
Secara ekonomi “ HYB“ bagaimana? “Sudah provit. Apalagi tim kami cuma 5 orang. Kami tidak cuma mendapat dari iklan, tetapi by product dari program kami tak ternilai jumlahnya. Gaji saya berlipat kali dari gaji Dirut TVRI dulu. Rezeki anak saleh, Bang, “ papar Helmy seraya mengurai aspek by product “ HYB”. Helmy mengaku menggarap “HYB” cukup santai. Syutingnya masih 1-2 kali seminggu. Lokasinya mobile, bisa di rumah, di luar rumah, atau di tempat sumber berada.

Raja Kuis Indonesia itu yakin potensi HYB menjadi bisnis besar kelak. “ Lihat aja nanti, ” tambah adik Tantowi Yahya, Dubes RI di New Zealand itu.

Jumlah rakyat Indonesia yang terhubung internet 175 juta orang. Setara itulah yang mengakses sosial media. Ini pasar yang amat besar.

Menyasar segmentasi masyarakat golongan menengah dan atas, Helmy menargetkan mendapatkan angka subscriber belasan juta orang. “ Tagline program ini edukasi, hiburan, dan inspirasi,” jelasnya.

Dalam deretan artis penggiat Youtube yang muncul di masa pandemi, Helmy kini teratas. Menyusul Aktor Rano Karno dengan channel “ Si Rano” yang telah menayangkan 66 video dan punya suscriber 173 ribu.

“ Sebenarnya channel saya sudah dibuat 4 tahun lalu waktu jadi Gubernur Banten. Tapi baru digarap lagi tiga bulan ini,” jelas Rano.

“ Si Rano” juga berpotensi berpotensi berkembang besar. Bukan hanya karena pengalaman 30 tahun lebih Rano di bidang film dan sinetron, tetapi juga sejarah membangun perusahaannya yang sukses dari bawah.

“ Masih cari bentuk. Belum menentukan segmen, syutingnya juga belum terjadwal,” papar mantan Gubernur Banten itu. “ Yang jelas, kita akan tekuni sebagai usaha profit center,” sambung pemeran Si Doel Anak Betawi itu.

Urutan ketiga ditempati Roy Marten yang belum setahun terjun. Nama channelnya “ Marten & Friends” dengan subsciber 78,3. Setiap episode ia tampil dengan puteranya aktor Gading Marten berbincang dengan tamu-tamunya. Menarik mengikuti penampilan ayah dan anak ini menjamu tamunya dengan canda dan gelak tawa.

Jenny & Yessy
Aktris peraih Citra Jenny Rachman juga punya channel di Youtube dengan nama sama. Diluncurkan beberapa bulan lalu, di tengah pandemi. Channel ini tampaknya juga masih mencari bentuk, tetapi menarik, meski subscribernya belum banyak.

Jenny masih bereksperimen menampilkan tamu-tamu kalangan artis seperti Roy Marten, Rano Karno untuk berbicara film, bernostalgia di masa kejayaan mereka. Hampir sama dengan channel Yessy Gusman dengan nama sama di Youtube. Beberapa episode tayangannya menapak tilas proses pembuatan film -film yang dulu dibintanginya. Cukup menarik ditonton.

Bukan mustahil jika ditekuni Yessy dan Jenny bisa menyusul sukses kawan pendahulunya seperti Rano Karno dan Roy Marten. Bahkan suatu ketika kelak menyusul Deddy Corbuzier yang memiliki subsciber 12.2 juta dan Andre Taulany dengan subscriber 4, 4 juta yang tentu sudah menikmati kelezatan industri kreatif lewat sosial media ini.

Berkarya di youtube tidak sesulit birokrasi yang dihadapi ketika membuat film dan sinetron. Begitu pun investasi yang dibutuhkan jauh lebih sedikit dari membuat film dan sinetron. Namun, penting para artis menyadari youtube tidaklah bebas nilai. Masih berlaku banyak rambu-rambu yang harus dipatuhi supaya tidak sampai berurusan dengan pihak yang berwajib. Fenomena terakhir cukup banyak pengelola channel di sosial media yang berurusan dangan polisi dengan senjata UU ITE. Belum lagi resiko dibully nitizen di sosial media. Selamat berkarya.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top