Pessel, Prokabar – Ketua GOP IGTKI Kabupaten Pesisir Selatan, Feron Siska Zainal, secara resmi membuka Lomba Kreativitas Anak tingkat TK, RA, dan BA se-Kecamatan IV Jurai yang berlangsung meriah dan penuh keceriaan, pada Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari penguatan pendidikan karakter anak usia dini yang selaras dengan program unggulan Dinas Pendidikan bertajuk “Ramadhan Ceria.”
Ratusan anak tampil percaya diri membawakan berbagai penampilan, mulai dari lomba mewarnai, hafalan doa dan surat pendek, peragaan busana muslim, hingga pertunjukan seni dan tari islami. Sorak dukungan orang tua dan guru menambah semarak suasana, menciptakan edukatif yang hangat dan membangun.
Dalam sambutannya, Feron Siska menegaskan, bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul dan berkarakter.
“Anak-anak kita hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Melalui kegiatan kreativitas seperti ini, kita menanamkan keberanian, kepercayaan diri, serta nilai-nilai akhlak dan kebersamaan sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Lajut, istri sekda tersebut menyampaikan, kegiatan ini bukan saja perlombaan, melainkan ruang belajar penuh makna.
“Disinilah anak-anak kita dilatiah untuk berani tampil, mengekspresikan diri, dan menumbuhkan kretivitas dengan cara menyenangkan dan penuh kasih sayang, ” ujarnya.
Feron berpesan, anak-anak bukan untuk dibandingkan, tetapi untuk dihargai setiap proses tumbuhnya.
Namun, peran paran guru TK, RA dan BA sangatlah mulia, guru bukan saja mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi sedang menanamkan adab, krakter, dan nilai kehidupan yang menjadi bekal anak-anak dimasa depan. Semoga lelah dan ikhlas ibu-ibu menjadi amal jariyah yanh tak terputus, ungkapnya.
Kabid pendidikan anak usia dini dan pendidikan non formal, Dinas Pendidikan, Jimmy NS menjelaskan, kegiatan ini sejalan dengan semangat program Ramadhan Ceria yang diluncurkan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan di tingkat PAUD dan TK.
“Program Ramadhan Ceria bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan pembinaan karakter anak sejak usia dini. Melalui lomba kreativitas ini, kita mengintegrasikan unsur seni, pendidikan agama, dan pengembangan bakat anak dalam satu wadah yang positif,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut dirancang untuk mendukung visi daerah dalam mewujudkan Pesisir Selatan yang maju, tumbuh, dan berkelanjutan melalui sektor pendidikan.
Menurutnya, pembelajaran pada usia dini harus mengedepankan pendekatan yang menyenangkan atau disebut dengan joyful learning, sehingga anak-anak tidak merasa tertekan, melainkan tumbuh secara alami sesuai tahap perkembangan mereka.
Lanjut Jimmy mengatakan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar lembaga TK, RA, dan BA di wilayahnya. Selain sebagai ajang kompetisi sehat, kegiatan ini mendorong pertukaran pengalaman antar pendidik dalam meningkatkan mutu layanan PAUD.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan dan terus dikembangkan dengan konsep yang lebih inovatif,” ungkapnya.
Namun, seluruh peserta mendapatkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi, sementara para juara menerima trofi dan hadiah pembinaan.
Di akhir acara, penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis disertai sesi foto bersama. Wajah-wajah ceria anak-anak menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan yang dikemas dengan pendekatan kreatif mampu meninggalkan kesan positif yang mendalam.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa investasi terbesar daerah bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan karakter generasi sejak usia dini sebuah langkah strategis menuju masa depan Pesisir Selatan yang lebih cerah.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Lisda Hendrajoni memberikan apresiasi tinggi terhadap program Ramadhan Ceria yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. Program ini dinilai mampu menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini sekaligus membangun karakter generasi emas Pesisir Selatan yang religius dan berakhlak mulia.
Kegiatan Ramadhan Ceria yang menyasar peserta didik PAUD, TK, RA, dan BA se-Kabupaten Pesisir Selatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan spiritual, mulai dari praktik wudhu dan salat berjamaah, hafalan doa-doa pendek, lomba mewarnai islami, hingga pesantren Ramadhan tingkat dasar.
Istri bupati Pessel, Hendrajoni itu menilai, program ini sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berlandaskan nilai agama.
“Saya mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Pesisir Selatan yang menghadirkan program Ramadhan Ceria. Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini, dan momentum Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial kepada anak-anak,” ujar Lisda dalam keterangannya.
Menurutnya, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai religius merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan dan terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran. (min)
















