Bukittinggi, Prokabar – Nasib ABA-STBA Agus Salim Bukittinggi nasibnya memiriskan. Kampus yang sempat jaya tahun 90 an ini, bakal dijual oleh Yayasan Indonesia Raya. Alasannya, yayasan tidak mampu lagi membayar biaya operasional.
Kondisi kampus ini membuat alumni prihatin. Bahkan untuk menyelamatkan kampus ini alumni mengaku siap badoncek.
Ketua Alumni ABA – STBA Haji Agus Salim, Mukhsin menyebut akan bernegosiasi dengan pihak yayasan untuk menyelamatkan sekolah tinggi bahasa asing tersebut
“Tentunya kami berharap pihak yayasan bisa mempertimbangkan hal ini , kalau dilihat dari sejarahnya ABA Budi Dharma adalah milik masyarakat sebelum bergabung dengan Yayasan Indonesia Raya dan penggabungan ini tanpa syarat tanpa jual beli” kata Mukhsin yang didampingi Ramdalel.
“Pada masa keemasannya sekolah tinggi ini juga pernah mensubsidi pendapatannya untuk membantu STIE Haji Agus Salim.yang juga bernaung di Yayasan Indonesia Raya , Kemudian digabungkan menjadi Intitut Tekhnologi Bukittinggi Haji Agus Salim,” lanjutnya.
Menurut Randalel , keseriusan ini dibuktikan dengan membentuk yayasan alumni. “Semoga ini juga menjadi pertimbangan,” harap Ramdalel.
Sementara itu Ketua Umum Gerakan Masyarakat Minang Peduli Pendidikan (GMPP) H. Febby Dt Bangso menyayangkan dan miris jika di sumatera barat yang terkenal intelektual mau memperjual belikan izin penyelenggarakan pendidikan.
“Kita menyentuh para tokoh masyarakat urang awak di ranah dan di rantau kiranya bisa memberikan dukungan moral kepada alumni kalau memang alumni ingin menyelamatkan sekolah tinggi bahasa asing tersebut dengan harapan kreatifitas dan inovasi baru akan muncul untuk meningkatkan mahasiswa pada masa yang akan datang,” jelas Febby.
“Kami juga mengetuk hati nurani kiranya sekolah atau perguruan tinggi janganlah mengedepankan industri bisnis nya dibandingkan dengan nilai nilai pendidikannya,” pungkas Febby.(rls).
















