Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Sekolah Mimpi, Menuju Kembali Ke Surau di Bayur

Dibaca : 363

Bayur, Prokabar — Berawal ide dari hasil insiasi dari salah seorang pemuda Jorong Sungai Rangeh Sawah Liek, Yudi Gucandra sekaligus mahasiswa Pascasarjana IAIN Bukittinggi dan penggerak bidang literasi, lingkungan dan HAM. Mengajak dua orang rekannya Yoji Azhara G (Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Bukittinggi) dan Yogi Ashidiq Z (Mahasiswa ISI Padang Panjang).

Berunding dan sepakat membahas gagasan tentang Sekolah Mimpi dengan menguatkan kembali pendidikan karakter para remaja di Jorong Sungai Rangeh. Melalui kegiatan Sekolah Mimpi ini, dua kawan tadi menyambut baik gagasan tersebut dengan konsep “Babaliak Ka Surau”. Setelah rundingan selesai hasil diskusi itu dibawa kepada Wali Jorong untuk dibahas dan dimintai pendapat sebagai Pemerintah di Jorong Sungai Rangeh.

Yudi Gucandra saat ditemui Prokabar.com menjelaskan, akhir perundingan kegiatan disetujui Wali Jorong, Muhammad Yunan Imam Putiah. Melalui beliau, mengabarkan kepada para tokoh masyarakat dan pemuda.

“Proses pengangkatan kegiatan di awali dengan rapat bersama tokoh masyarakat, pemuda dan wali jorong. Hal rapat membahas terkait konsep yang digagas Yudi Gucandra dan menerima masukan dari para peserta rapat,” ungkapnya.

Dari rapat itu, diputuskan untuk membentuk panitia pelaksana Sekolah Mimpi, setelah terbentuknya, panitia mulai mengeksekusi kegiatan bersama-sama. Mulai penyiapan kebutuhan, administrasi dan pendanaan.

“Kepanitiaan kegiatan Sekolah Mimpi diKetuai Ridho Khairul Azmi. Panitia berjumlah lebih kurang 15 orang. Alhamdulillah acara bisa terlaksana dengan lancar,” ungkap Yudi.

Pro dan kontra dalam pengangkatan kegiatan merupakan hal biasa terjadi di setiap pelaksanaan kegiatan. Mayoritas masyarakat sangat menyambut baik kegiatan ini karena mereka menilai, sudah semestinya kegiatan seperti yang seharusnya diadakan di setiap jorong dan nagari.

“Selain memberikan aktivitas kepada anak-anak remaja, kegiatan ini dapat membantu orang tua dalam memberikan pendidikan tambahan terhadap anak-anaknya,” terang Mahasiswa Pascasarjana IAIN Bukittinggi tersebut.

Sebagaian besar pandangan masyarakat mengenai Sekolah Mimpi merupakan kegiatan yang positif dilakukan oleh Urang Mudo Jorong Sungai Rangeh-Sawah Liek ini. Karena kegiatan seperti inilah yang seharusnya diperbanyak untuk membentuk dan melahirkan kembali generasi-generasi muda. Paham akan agama dan adat, serta mampu mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Wali Nagari Bayur, Hadi Fajrin menyambut sangat baik terhadap kegiatan Sekolah Mimpi ini. Dikatakannya, kegiatan ini merupakan sebuah gerakan yang seharusnya dilakukan setiap jorong di Nagari Bayua. Bahkan di Minangkabau secara umum, karena kegiatan seperti ini yang menjadi wadah penguatan Karakter anak-anak remaja.

Pihak Wali Nagari memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Sekolah Mimpi. Selain di Pemerintahan Nagari harus melakukan pembangunan fisik, juga tidak kalah penting pembangunan Sumber daya manusia.

“Merupakan hal yang sangat vital dan penting untuk dilakukan. Percuma saja suatu nagari melakukan pembangunan fisik tetapi minim melakukan pembangunan sumber daya Manusia. Nantinya fisik yang dibangun akan dihancurkan oleh manusia-manusia yang tidak memiliki mental dan karakter yang baik. Maka dari itu perlu keseimbangan pembangunan diantara keduanya dalam sebuah nagari,” tuturnya.

Wali Nagari Bayua juga berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut. Dan pihak siap mendukung dengan bantuan materil maupun non materil nantinya.

Yoji Azhara menjelaskan Sekolah Mimpi dilakukan untuk menguatkan kembali pendidikan karakter para remaja di Jorong sungai Rangeh Sawah Liek dengan target penguatan Karakter di bidang agama dan adat. Harapan kedepannya para remaja yang ikut kegiatan ini bisa menjadi generasi yang alim dan beradat.

“Kegiatan Sekolah Mimpi dilaksanakan selama 3 hari 3 malam dengan menginap di Masjid Istiqomah bagi peserta yang laki-laki. Sementara, peserta perempuan diperbolehkan pulang dan kembali lagi jam 06.30 WIB ke masjid,” ujar Yoji.

Rangkaian kegiatan dilakukan dengan materi yang mendukung terbentuknya karakter para peserta. Seperti Baca Tulis Al Qur’an, Adat di Minangkabau, Program Remaja Mesjid, Peran Pemuda di Minangkabau (ABS-SBK), dan Sosialisasi Bahaya Laten Narkoba.

“Kegiatan Sekolah Mimpi menghadirkan pemateri yang memang mempuni di bidangnya. Yaitu Angku Yus Dt Bandara Bodi atau yang dulu memiliki gelar Angku Yus Dt Parpatiah Guguak, Angku Yasril Efendi Imam Panjang, dan Wakapolsek Tanjung Raya, Iptu. Akhiruddin,” imbuhnya.

Yogi Ashidiq turut menambahkan, kegiatan diawali dengan pembukaan di tanggal 29 Desember 2020, Ba’da sholat Isya. Dan dilanjutkan kegiatan pada tanggal 30-31 Desember dengan materi yang telah disesuaikan. Pada tanggal 31 Desember 2820, tepatnya malam pergantian tahun, panitia melaksanakan acara wirid pengajian sekaligus Penutupan acara Sekolah Mimpi Jilid 1.

“Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat dan para remaja tidak pergi keluar rumah untuk kegiatan yang tidak bermanfaat,” kata Yogi.

Selama kegiatan berlangsung, konsumsi ditanggung langsung orang tua peserta. Dengan mengantarkan makan siang dan makan malam mereka ke Mesjid istiqomah. “Hal ini kami lakukan untuk menguatkan kembali peran orang tua dalam pendidikan anak. Dan memang telah semestinya orang tua ikut berperan. Kedatangan orang tua peserta ke lokasi acara, setidaknya memberikan pengaruh positif dalam pembentukan mental peserta beserta adanya perhatiannya,” tutup Yogi. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top