Sekolah Mimpi, Menuju Kembali Ke Surau di Bayur

Penulis -

Senin, 4 Januari 2021 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bayur, Prokabar — Berawal ide dari hasil insiasi dari salah seorang pemuda Jorong Sungai Rangeh Sawah Liek, Yudi Gucandra sekaligus mahasiswa Pascasarjana IAIN Bukittinggi dan penggerak bidang literasi, lingkungan dan HAM. Mengajak dua orang rekannya Yoji Azhara G (Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Bukittinggi) dan Yogi Ashidiq Z (Mahasiswa ISI Padang Panjang).

Berunding dan sepakat membahas gagasan tentang Sekolah Mimpi dengan menguatkan kembali pendidikan karakter para remaja di Jorong Sungai Rangeh. Melalui kegiatan Sekolah Mimpi ini, dua kawan tadi menyambut baik gagasan tersebut dengan konsep “Babaliak Ka Surau”. Setelah rundingan selesai hasil diskusi itu dibawa kepada Wali Jorong untuk dibahas dan dimintai pendapat sebagai Pemerintah di Jorong Sungai Rangeh.

Yudi Gucandra saat ditemui Prokabar.com menjelaskan, akhir perundingan kegiatan disetujui Wali Jorong, Muhammad Yunan Imam Putiah. Melalui beliau, mengabarkan kepada para tokoh masyarakat dan pemuda.

“Proses pengangkatan kegiatan di awali dengan rapat bersama tokoh masyarakat, pemuda dan wali jorong. Hal rapat membahas terkait konsep yang digagas Yudi Gucandra dan menerima masukan dari para peserta rapat,” ungkapnya.

Dari rapat itu, diputuskan untuk membentuk panitia pelaksana Sekolah Mimpi, setelah terbentuknya, panitia mulai mengeksekusi kegiatan bersama-sama. Mulai penyiapan kebutuhan, administrasi dan pendanaan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kepanitiaan kegiatan Sekolah Mimpi diKetuai Ridho Khairul Azmi. Panitia berjumlah lebih kurang 15 orang. Alhamdulillah acara bisa terlaksana dengan lancar,” ungkap Yudi.

Pro dan kontra dalam pengangkatan kegiatan merupakan hal biasa terjadi di setiap pelaksanaan kegiatan. Mayoritas masyarakat sangat menyambut baik kegiatan ini karena mereka menilai, sudah semestinya kegiatan seperti yang seharusnya diadakan di setiap jorong dan nagari.

“Selain memberikan aktivitas kepada anak-anak remaja, kegiatan ini dapat membantu orang tua dalam memberikan pendidikan tambahan terhadap anak-anaknya,” terang Mahasiswa Pascasarjana IAIN Bukittinggi tersebut.

Sebagaian besar pandangan masyarakat mengenai Sekolah Mimpi merupakan kegiatan yang positif dilakukan oleh Urang Mudo Jorong Sungai Rangeh-Sawah Liek ini. Karena kegiatan seperti inilah yang seharusnya diperbanyak untuk membentuk dan melahirkan kembali generasi-generasi muda. Paham akan agama dan adat, serta mampu mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Wali Nagari Bayur, Hadi Fajrin menyambut sangat baik terhadap kegiatan Sekolah Mimpi ini. Dikatakannya, kegiatan ini merupakan sebuah gerakan yang seharusnya dilakukan setiap jorong di Nagari Bayua. Bahkan di Minangkabau secara umum, karena kegiatan seperti ini yang menjadi wadah penguatan Karakter anak-anak remaja.

Pihak Wali Nagari memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Sekolah Mimpi. Selain di Pemerintahan Nagari harus melakukan pembangunan fisik, juga tidak kalah penting pembangunan Sumber daya manusia.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Merupakan hal yang sangat vital dan penting untuk dilakukan. Percuma saja suatu nagari melakukan pembangunan fisik tetapi minim melakukan pembangunan sumber daya Manusia. Nantinya fisik yang dibangun akan dihancurkan oleh manusia-manusia yang tidak memiliki mental dan karakter yang baik. Maka dari itu perlu keseimbangan pembangunan diantara keduanya dalam sebuah nagari,” tuturnya.

Wali Nagari Bayua juga berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut. Dan pihak siap mendukung dengan bantuan materil maupun non materil nantinya.

Yoji Azhara menjelaskan Sekolah Mimpi dilakukan untuk menguatkan kembali pendidikan karakter para remaja di Jorong sungai Rangeh Sawah Liek dengan target penguatan Karakter di bidang agama dan adat. Harapan kedepannya para remaja yang ikut kegiatan ini bisa menjadi generasi yang alim dan beradat.

“Kegiatan Sekolah Mimpi dilaksanakan selama 3 hari 3 malam dengan menginap di Masjid Istiqomah bagi peserta yang laki-laki. Sementara, peserta perempuan diperbolehkan pulang dan kembali lagi jam 06.30 WIB ke masjid,” ujar Yoji.

Rangkaian kegiatan dilakukan dengan materi yang mendukung terbentuknya karakter para peserta. Seperti Baca Tulis Al Qur’an, Adat di Minangkabau, Program Remaja Mesjid, Peran Pemuda di Minangkabau (ABS-SBK), dan Sosialisasi Bahaya Laten Narkoba.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kegiatan Sekolah Mimpi menghadirkan pemateri yang memang mempuni di bidangnya. Yaitu Angku Yus Dt Bandara Bodi atau yang dulu memiliki gelar Angku Yus Dt Parpatiah Guguak, Angku Yasril Efendi Imam Panjang, dan Wakapolsek Tanjung Raya, Iptu. Akhiruddin,” imbuhnya.

Yogi Ashidiq turut menambahkan, kegiatan diawali dengan pembukaan di tanggal 29 Desember 2020, Ba’da sholat Isya. Dan dilanjutkan kegiatan pada tanggal 30-31 Desember dengan materi yang telah disesuaikan. Pada tanggal 31 Desember 2820, tepatnya malam pergantian tahun, panitia melaksanakan acara wirid pengajian sekaligus Penutupan acara Sekolah Mimpi Jilid 1.

“Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat dan para remaja tidak pergi keluar rumah untuk kegiatan yang tidak bermanfaat,” kata Yogi.

Selama kegiatan berlangsung, konsumsi ditanggung langsung orang tua peserta. Dengan mengantarkan makan siang dan makan malam mereka ke Mesjid istiqomah. “Hal ini kami lakukan untuk menguatkan kembali peran orang tua dalam pendidikan anak. Dan memang telah semestinya orang tua ikut berperan. Kedatangan orang tua peserta ke lokasi acara, setidaknya memberikan pengaruh positif dalam pembentukan mental peserta beserta adanya perhatiannya,” tutup Yogi. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB