Padang, Prokabar – Sekretaris Jendral (Sekjen) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Erizal Chaniago melantik kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Fauzi Bahar, Kamis (12/7) di Axana Hotel, Padang.
Erizal Chaniago mengapresiasi, atas terselenggaranya kegiatan ini dan mengharapkan IPSI Sumbar dapat mencetak para pesilat yang dapat mengharumkan nama provinsi dikancah Nasional.
Ia juga berpesan, agar IPSI Sumbar dapat amanah, jujur, dan profesional dalam berorganisasi sehingga para pendekar pencak silat dapat terbina dengan baik, berbudi pekerti baik, dan tetap cinta tanah air.
Maksud dan tujuan acara ini diselenggarakan ialah, mengembangkan pencak silat seni karuhun agar dapat berkembang dan diminati oleh seluruh kalangan, menjadikan IPSI sebagai wadah berkumpulnya para pendekar silat.
Ketua IPSI Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, pelantikan ini merupakan sebuah momen besar khususnya pecinta budaya pencak silat di wilayah Sumatera Barat.
Ia menekankan, pentingnya melestarikan seni budaya lokal Nusantara yang harus terus menerus dikembangkan.
IPSI Sumbar diharapkan, dapat menjadi promotor atau mesin pengerak di jalur budaya pencak silat.
Maka dari itu, pengurus IPSI wilayah Sumatera Barat yang telah di pilih agar bisa menjadi garda terdepan dan bersinergi dengan wilayah- wilayah lain.
“Karena setiap tahun, kita semua akan buat acara besar sebagai ajang silahturahmi dan menunjukkan indahnya keberagaman budaya di Indonesia,” ujarnya.
Saatnya pengurus IPSI Sumatera Barat yang terpilih, semoga bisa membawa ketempat yang tepat hingga mengaung di kancah dunia.
“Semua yang berada di dalam IPSI Sumbar itu bergerak untuk budaya, tidak ada menang tidak ada kalah. Semua sama satu tujuan melestarikan budaya pencak silat harus kita lestarikan,” ungkapnya.
“Melalui IPSI ini diharapkan akan membawa budaya pencak silat jauh lebih berkembang dari sebelumnya,” harapnya.
“Amanat ini telah di percayakan kepada saya dan di bantu oleh para pengurus, Insya Allah saya siap dengan jalur yang benar. Karena kecintaan saya terhadap budaya khususnya pencaksilat sudah mengalir,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika nanti persoalan polemik yang ada jangan di ambil dari segi perbedaan, tapi ambilah dari segi persamaan. Karena IPSI Sumbar ada untuk semua.(mbb)
















