Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Sekitar 200 Petak KJA Alami Kematian Ikan Di Muaro Pauh Sungai Batang, Ratusan Juta Petani Merugi

Dibaca : 117

Agam, Prokabar — Setelah Duo Koto, Bayur dan Maninjau, kini giliran Nagari Sungai Batang terkena kematian massal ikan Keramba jaring apung (KJA), Rabu (26/2). Kejadian sudah berlangsung dua hari ini, dan membunuh sekitar puluhan ton ikan di sekitar 200 petak KJA.

Selain di Jorong Kubu, kerugian terparah berada di Tapian Muaro Pauah, Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Bencana tubo belerang di Danau Maninjau tersebut membuat duka dan kerugian ratusan juta rupiah petani keramba tersebut.

Fauzi salah seorang petani mengatakan kejadian berlangsung sejak selasa malam (25/2), namun belum terlalu banyak ikan yang mati. Namun Rabu pagi (26/2), dua petak ikan miliknya sudah mengapung.

“Kerugian terbanyak dialami Pak Asnal, salah satu pemilik KJA di Muaro Pauah. Sementara, pemilik lainnya rata-rata dua petak KJA. Meski demikian, kerugian dialami petani secara keseluruhan mencapai ratusan juta rupiah,” ungkapnya.

Bencana tersebut masih diakibatkan kondisi angin darek atau angin kencang dari arah timur. Gelombang atau riak air danau semakin kuat dan membuat tubo belerang terus berputar mengelilingi danau.

Sementara itu, Fuadi salah satu peternak bibit ikan membenarkan kejadian tersebut. Berita duka dialami kampung halamanya. Perekonomian masyarakat sangat bergantung pada keramba jaring apung. Hampir 80 persen perekonomian masyarakat hidup melalui keramba tersebut.

“Jika keramba ini terganggu, maka akan berdampak buruk pada sektor perekonomian lainnya. Karena perputaran keuangan masyarakat, hanya bergantung pada keramba jaring apung ini. Dari sektor pertanian dan lainnya, hanya sekitar 20 persen saja,” pungkas Fuadi. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top