Agam, Prokabar – Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka tidak hanya sebagai kenangan dan pajangan berupa benda mati, terletak indah di Tanah Sirah, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Namun juga tersimpan pengalaman masa lalu yang sangat dalam dan penuh makna.
Begitulah pesan penyampaiannya Sekretari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Subhan saat memberikan materi kepada sejumlah juru penulis dan komunitas penggiat, beberapa hari lalu. Akan tetapi sangat disayangkan, yang berkunjung kebanyakan hanya wisatawan Malaysia dan Brunai Darussalam.
“Kita di kalangan pelajar sangat minim dan sedikit berkunjung. Padahal dapat mendalami penanaman nilai-nilai karakter dan prinsip hidup,” tuturnya.
Ia menjelaskan, karakter itu adalah akhlak. Karakter itu terdapat dua bentuk, yakni karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral itu bersifat keimanan, ketaqwaan, alim, jujur, rendah hati dan sebagainya. Sedangkan Karakter Kinerja itu sifat kedisiplinan, keuletan, ketangguhan atau kerja tuntas.
Belajar psikologi, sosok karakter Buya Hamka itu pasti akan tergambar dari foto wajah beliau. Mewakili Prototipe Generasi Muda Minangkabau dan itu akan masuk pada tatanan tematik budaya.
“Jika tidak ada yang menceritakan, bagaimana tematik budaya tentang Buya Hamka untuk tujuan wisata berbasis Budaya. Penceritaan dan penggambaran sosok Buya Hamka ini kuat dalam bentuk story telling,” ujarnya.
Harus ada pengembangan dan pemajuan kebudayaan, terutama terfokus pada Sosok Buya Hamka dan karakter yang dicontohkannya sebagai sosok ulama, sastrawan, penulis, sejarawan, budayawan dan politisi.
“Generasi muda berbicara masa depan, sementara generasi tua berbicara tentang masa lalu atau pengalaman,” ulasnya.
Tantangan Pemuda saat ini adalah maraknya pornografi dan porno aksi melalui kemajuan teknologi. Dan ini harus gencar pula kalangan orang tua, pendidik dan lingkungan untuk mengcounter pengaruh buruk ini.
“Masa muda bukan masa aman, karena harus melalui ujian-ujian yang sangat berat dan penuh tantangan rintangan. Melalui pengembangan pengoptimalan edukasi nilai dan fungsi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, maka selain penguatan nilai karakter generasi muda kedepan juga akan memperoleh perekonomian dari segi kepariwisataan religius dan berbudaya,” tutupnya. (rud)
















