Sekda Agam Himbau Pemnag Bentuk Perna Mengatur Kunjungan Wisatawan

Penulis -

Jumat, 18 Oktober 2019 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar — Peningkatan pengembangan pariwisata terus menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Agam. Selain melaksanakan peningkatan infrastruktur destinasi wisata dan sumber daya manusia, dari sisi regulasi daerah sesuai kearifan lokal juga menjadi perhatian serius agar dapat mempertahankan nilai-nilai religius dan budaya lokal.

Hal tersebut salah satu upaya mencegah dampak kunjungan mancanegara, nasional dan lokal tetap mentaati aturan di suatu nagari. Dalam persoalan itu, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Sekretaris Daerah, Martias Wanto menyerukan dan menekankan kepada pemerintahan nagari Se-kabupaten Agam, terutama nagari yang sibuk menggiatkan destinasi wisata, memperkuat regulasi melalui peraturan nagari, terkait pengembangan destinasi wisata, pengelola, pemandu dan pengunjung. Bertujuan tidak berdampak buruk jika tidak diatur secara sistematis nantinya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kita kadang-kadang terlalu terbawa pemikiran bahwasanya turis itu difasilitasi dengan tempat-tempat yang agak bebas segala macam, tidak. Padahal tidak begitu,” ungkap Sekda Agam, Martias Wanto, kepada Prokabar.com, Kemarin (17/10).

Ia melanjutkan, seseorang yang akan datang ke suatu daerah, dia akan menghargai kearifan lokal di daerah itu. “Sekarang tinggal kita mengkemasnya, memprodaknya. Baik itu melalui peraturan nagari atau keputusan nagari untuk mengatur orang-orang yang akan datang,” ulasnya.

Jangan terlalu takut banyak aturan akan membuat orang tidak akan datang. “Justru dengan aturan-aturan seperti itu memancing minat orang datang. Jangan berfikir terbalik. Dengan memiliki aturan yang jelas membuat keamanan, kenyamanan, ketentraman, kesejukan, keindahan dan kenangan wisatawan dapat diperoleh,” tegasnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Setiap pengelola destinasi wisata yang ada, harus mengatur cara masuk, cara melihat, mendengar, merasakan, mengamati, menganalisa objek, melintasi jalur, hingga menikmati semua suguhan menarik wisatawan.

“Kita contohkan wisatawan yang hendak melihat Masjid Bingkudu, tertua di Agam bisa saja kita atur harus menggunakan kain sarung dan peci bagi laki-laki. Dan pengunjung wanita harus berpakaian menutup aurat. Kebutuhan tersebut hendaknya dapat disediakan melalui penjualan atau berupa sewa. Mereka juga harus berjalan mengikuti jalur dan pemandu yang ada,” terang ASN senior Pemkab Agam tersebut.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ketika setiap nagari yang sedang giat merancang pengembangan destinasi wisata yang dimiliki, aturan atau regulasi adalah prioritas utama yang harus dilakukan. Karena aturan tersebut jelas akan mengkontrol ketertipan, kenyamanan, keamanan dan keindahan dalam suatu nagari. Nilai-nilai Reliqius, Sosial dan Budaya kemasyarakat di pusat destinasi wisata tidak terganggu akibat kunjungan wisatawan yang beragam karakter dan kebiasaannya.

“Sama halnya kita berkunjung ke negeri orang, kita akan patuh pada aturan-aturan yang dibuat orang tersebut. Makanya kita mengharapkan ketika objek itu dikembangkan lengkapilah dengan aturan-aturan yang ada di nagari tersebut,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB