Sejumlah Tokoh Tanggapi Dingin Kehadiran KAMI di Sumbar

Penulis -

Selasa, 22 September 2020 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Di sejumlah daerah terjadi penolakan terhadap kehadiran organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diinisiasi oleh Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Din Syamsudin. Banyak tokoh di Sumbar menanggapi dingin organisasi tersebut.

Seperti Prof. Asasriwarni, Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang mengatakan sebenarnya negara menjamin kemerdekaan setiap orang untuk berserikat dan berkumpul. Namun jika organisasi KAMI digunakan untuk kepentingan “terselubung” lainnya, itu tidak baik.

“Kalau untuk menyelamatkan bangsa sebaiknya disampaikan dengan baik melalui jalur yang ada. Jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan sekelompok orang yang justru malah memecah belah bangsa ini,” katanya saat dihubungi, Selasa (22/9).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Senada dengan itu Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sumbar, Wahyu Iramana Putra menyatakan untuk menyampaikan pendapat dan saran untuk perbaikan bangsa, sah-sah saja. Yang tidak boleh itu adalah memecah-belah dan memprokasi masyarakat.

“Pemerintah tentunya perlu masukan dan kritikan untuk memperbaiki bangsa ini. Namun jangan sampai justru memecah belah. Kalau itu yang terjadi, PPM siap menjadi garda terdepan dalam menentang kehadiran mereka di Sumbar,” kata Wahyu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Demikian pula dengan Ketua Gebu Minang, H. Boy Lestari Dt. Palindih. Menurutnya, sampai saat ini Sumbar belum membutuhkan kehadiran KAMI, karena daerah ini sudah memiliki benteng kuat seperti LKAAM, Bundo Kanduang, Cadiak-pandai dan Alim ulama.

“Sumbar tidak membutuhkan KAMI, karena daerah ini sudah memiliki pagar untuk menyelamatkan negara melalui adat dan agama serta Bundo Kanduang, sehingga dari dahulu sampai sekarang Indonesia tetap dijaga oleh orang Minang,” ulas Boy Lestari.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Hal senada juga disampaikan ketua LKAAM Sumbar M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu, negara ini akan bisa diperbaiki dari dalam, bukan dari luar pemerintahan.

Dia juga mengatakan, untuk kembali menormalisasi negara ini, dengan kembali pada UUD 1945, dan tidak perlu ada lembaga-lembaga penyelamat seperti yang didirikan beberapa tokoh tersebut.

“Perbaiki negara ini dari dalam, gak akan mungkin bisa memperbaiki dari luar, karena itu akan menjadi kontra pemerintahan, akan mengakibatkan semakin bergejolak dan tidak akan ada yang terselamatkan,” tegas Dt. Sayuti.(mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB