Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Sejumlah Pasar Di Agam Telah Ditutup, Ini Penjelasan Indra Catri

Dibaca : 319

Agam, Prokabar — Sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap II, penertipan dan penindakan semakin tegas dilakukan Pemerintah Kabupaten Agam bersama Kepolisian Republik Indonesia. Salah satunya Penghentian aktivitas pasar tradisional di hari pakan di seluruh pasar di Agam.

Kebijakan tersebut berdasarkan permintaan sebagain kalangan masyarakat lainnya. Hal itu diharapkan meredam kekhawatiran semua unsur lainnya. Pasalnya, pasar salah satu lokasi penyebaran Covid-19 paling rawan. “Kita harus belajar dari penyebaran Covid-19 di Pasar Raya Padang dan Pasar Payakumbuh,” terangnya.

Pola menyebarannya sangat cepat melalui kontak para pedagang dan pengunjung pasar. Untuk itu, Bupati Agam Indra Catri apresiasi dan berterimakasih kepada pengurus Pasar Serikat Nagari Lubuk Basung dan Garagahan, 5 unit Pasar di Tanjung Raya, Baso dan lainnya. Bersama masyarakat lainnya yang bergerak cepat menghentikan sementara kegiatan hari balai.

Indra Catri maklum atas kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas pasar yang mungkin saja telah terjadi transmisi lokal. Pada dasarnya penutupan pasar bersifat sementara. Dan hanya untuk memutus mata rantai Covid-19. Jika suasana sudah aman pasar akan dioperasikan kembali secara normal.

“Kedepan kita akan arahkan agar pengurus pasar membuka pasar harian tanpa hari pakan atau hari balai. Cara berdagang juga diatur sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” tegas Bupati Agam.

Tentang operasional pasar dalam ketentuan PSBB, dikatakannya, pasar boleh beroperasi. Akan tetapi harus sesuai ketentuan dan protocol Covid-19. Meski demikian, pengurus pasar justru sepakat untuk melakukan penutupan pasar.

“Sepertinya, pengurus pasar serikat Padang Baru ternyata menyadari, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 salah satunya dengan menutup aktifitas pasar. Dan saja apresiasi mereka dalam hal ini,” ujarnya.

Selanjutnya, seluruh pasar akan dibersihkan dan diatur tata letak berdagangnya sesuai protokol kesehatan PSBB.

Sementara itu, Asisten II Sekab Agam, Yosefriawan menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Agam bersama unsur terkait, sudah merumuskan langkah-langkah. Seperti melakukan penyemprotan disinfektan, penataan lokasi berdagang serta penerapan protokol penanganan medis.

“Pedagang dan pembeli wajib pakai masker, mencuci tangan sesudah dan setelah beraktifitas di pasar. Pemda Agam juga telah menyiapkan sarana cuci tangan di kompleks pasar tersebut,” pungkas Yosefriawan. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top