Sejumlah Nagari di Sasak Pasaman Barat Terendam Banjir

Penulis -

Jumat, 9 November 2018 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simpang Empat, Prokabar – Banjir kembali melanda Pasaman Barat. Sejumlah nagari di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, terendam banjir, Jumat (9/11) pagi.

“Ada tiga titik lokasi banjir di Sasak dengan ketinggian bervariasi mulai dari satu meter sampai dua meter,” kata Camat Sasak Ranah Pasisia, Nur Fauziah Zein, Jumat (9/11).

Ia mengatakan meskipun di kecamatan lain air mulai surut namun di Sasak malah air mulai naik. Sebab, Sasak adalah muara dari tiga sungai besar yakni Sungai Batang Pasaman, Sungai Batang Kapa dan Sungai Batang Alin.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Menurutnya titik air yang naik menjelang Kantor Camat Sasak dengan ketinggian air satu meter sehingga tidak bisa ditempuh oleh kendaraan.

Kemudian di daerah Rantau Panjang juga banjir dengan ketinggian air 70 sampai 150 sentimeter. Selanjutnya air naik dijalan menuju Rantau Panjang dengan ketinggian air dua meter.

“Untuk menempuh Rantau Panjang sangat sulit karena air cukup tinggi dibahu jalan. Sementara warga butuh dievakuasi ketempat yang aman,” katanya.

“Sekitar 130 kepala keluarga terkurung di Jorong Rantau Lanjang. Evakuasi yang kami lakukan baru berhasil membawa 250 orang warga dan hari ini terus kami lakukan,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Warga yang terjebak banjir dievakuasi ketempat yang aman atau lokasi yang tinggi serta ke rumah warga yang jauh dari lokasi banjir.

Ia menyatakan evakuasi dilakukan menggunakan speed boad dengan waktu mencapai 45 menit dengan kapasitas yang terbatas sehingga melambatkan proses evakuasi.

“Evakuasi terus kami lakukan dengan bolak-balik menjemput warga. Hari ini diusahakan semua warga berhasil dievakuasi,” sebutnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI, Polri, jajaran pihak kecamatan dan dibantu masyarakat.

Salah seorang warga Rantau Panjang, Nana (36) mengatakan rumahnya terendam air setinggi satu meter.

“Saya terpaksa mengunsi ke rumah saudara yang jauh dari lokasi banjir. Saya berharap air cepat surut,” harapnya.

Menurutnya selain limpahan air sungai, banjir juga dipicu naiknya air laut karena saat ini sedang pasang naik air laut. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB