Sejumlah Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Agam Dapat Bantuan Rehab Rumah

Penulis -

Rabu, 25 November 2020 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam, mendapatkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Pembangunannya ditargetkan akhir bulan ini (November) selesai,” ujar Fasilitator RTLH Kecamatan Lubuk Basung, Rudi Hartono didampingi Kepala Jorong Pasa Durian Nagari Kampung Pinang, Feri Andrian dilansir Prokabar dari MC Agam, Rabu (25/11).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Dijelaskan, bantuan pembangunan rumah tidak layak huni tersebut bersumber dari dana DAK Kementerian PUPR tahun 2020, sebesar Rp875.000.000 untuk Kecamatan Lubuk Basung.

Bantuan tersebut tersebar di dua nagari, yaitu Nagari Kampung Pinang 15 unit dan Nagari Lubuk Basung 35 unit.

Menurut Rudi, uang yang dicairkan kepada masyarakat per rumah senilai Rp17.500.000. Dari jumlah itu, Rp15.000.000 digunakan untuk membeli material dan Rp2.500.000 untuk upah tukang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Dana ini kita cairkan melalui pihak ke-tiga, dalam hal ini adalah toko yang kita tunjuk. Jadi, uang Rp15.000.000 untuk membeli bahan dan sisanya upah tukang,” ujar Rudi.

Menanggapi hal itu, Kepala Jorong Pasa Durian Nagari Kampung Pinang, Feri Andrian, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Agam, sehingga masyarakatnya bisa mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari dana DAK tersebut.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia sangat bersyukur, dengan adanya bantuan tersebut masyarakat yang berkeinginan membangun rumah namun terkendala dengan dana atau dana kurang cukup, sehingga akhirnya bisa melanjutkan pembangunan rumahnya.

“Bantuan ini bisa menjadi stimulus bagi masyarakat untuk memperbaiki rumah atau membangun rumahnya, ” jelasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB