
Padang, prokabar – Piala Dunia 1994 merupakan edisi ke-15 dari turnamen empat tahunan tersebut dan diselenggarakan di Amerika Serikat (USA 1994) pada 17 Juni sampai 17 Juli 1994.
Amerika Serikat dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 usai ditunjuk FIFA pada 4 Juli 1988. Menariknya meski sepakbola kurang populer di Amerika Serikat, Piala Dunia 1994 bisa dikatakan berlangsung amat sukses, terutama dalam segi finansial.
Bahkan bisa dikatakan Piala Dunia 1994 menjadi edisi dengan finansial tersukses dalam sejarah Piala Dunia, bahkan sampai saat ini. Sebab penonton yang hadir di stadion pada ajang Piala Dunia 1994 menjadi yang terbanyak dalam turnamen sepakbola paling prestisius tersebut.
Piala Dunia 1994 memecahkan rekor turnamen dengan kehadiran keseluruhan 3.587.538 dan rata-rata 68.991 per pertandingan. Bahkan Piala Dunia 2018 yang menyajikan jumlah pertandingan lebih banyak pun tak mampu mengalahkan rekor penonton di Piala Dunia 1994.
Pada Piala Dunia 1994, Timnas Brasil keluar menjadi juara dan berhasil merebut trofi keempat mereka di ajang tersebut. Brasil lantas menjadi tim pertama yang mampu meraih empat trofi (kini Brasil sudah miliki lima gelar).
Brasil juara usai menang 3-2 atas Italia di babak adu penalti. Piala Dunia 1994 juga menjadi Piala Dunia pertama yang penentuan gelar juara ditentukan melalui babak adu penalti.

Jalannya Piala Dunia 1994
Piala Dunia 1994 diikuti 24 tim yang terbagi menjadi enam grup yang berisikan empat tim. Pada pembagian grup itu, Brasil berada di Grup B bersama Swedia, Rusia, dan Kamerun.
Tampil luar biasa, Brasil lantas menjadi juara grup dengan meraih dua kemenangan dan satu imbang. Dengan status juara Grup B, di 16 besar Brasil pun berjumpa dengan tim tuan rumah, Amerika Serikat yang lolos usai menjadi empat peringkat ketiga terbaik.
Pada babak 16 besar itu, Brasil menang tipis 1-0 atas Amerika. Lalu beranjak ke perempatfinal, Brasil kembali menang dengan skor tipis 3-2 saat melawan Belanda.
Lalu di semiifnal, Brasil kembali berjumpa Swedia. Pada pertemuan pertama mereka di fase grup, Swedia menjadi satu-satunya tim yang gagal dikalahkan Brasil karena berakhir imbang 1-1.
Kendati demikian, Brasil mampu mengatasi Swedia dengan skor 1-0 berkat gol dari Romario. Di final, Brasil pun berjumpa Italia yang bermain sangat baik sejak fase grup.
Italia lolos ke final usai mengalahkan Nigeria, Spanyol, dan Bulgaria di fase knockout. Diisi pemain-pemain kuat, Italia pun juga dijagokan untuk menjadi juara.
Tak ayal, final Piala Dunia 1994 berlangsung amat sengit dan skor 0-0 bertahan hingga laga berakhir. Bahkan skor 0-0 itu juga masih tak berubah di perpanjangan waktu. Babak penalti lantas dimainkan.
Pada percobaan pertama, masing-masing wakil dari Brasil dan Italia gagal memasukkan bola. Tepatnya dari pihak Brasil ada Marcio Santos yang gagal dan dari Italia adalah Franco Baresi.
Setelahnya tiga penendang Brasil berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Namun, penendang keempat Italia, Daniele Massaro gagal memasukkan bola. Harapan terakhir jatuh kepada Roberto Baggio yang menjadi penendang keempat.
Kendati demikian, Baggio yang tampil luar biasa di sepanjang Piala Dunia 1994 justru gagal memasukkan bola di adu penalti. Alhasil, Brasil menang 3-2 atas Italia di babak adu penalti tersebut.
Top Skor
Terdapat dua pemain yang berstatus top sko di Piala Dunia 1994, yakni Hristo Stoichkov dari Bulgaria dan Oleg Salenko dari Russia. Kedua pemain itu sama-sama berhak mendapatkan sepatu emas usai mengoleksi enam gol.

10 Fakta Piala Dunia 1994
1. Untuk pertama kalinya dan masih menjadi satu-satunya dalam sejarah Piala Dunia, tidak ada wakil dari Inggris Raya yang tampil di turnamen sepakbola paling besar ini. Inggris sendiri yang berada di Grup 2 babak kualifikasi kalah bersaing dengan Norwegia dan Belanda.
2. Juara bertahan Jerman Barat bersatu dengan bekas tim tetangga Jerman Timur. Untuk pertama kalinya Jerman yang pernah terbelah ini bermain bersama sejak 1938. Hanya, Jerman tampil memalukan karena bermodalkan pemain veteran dan sudah karatan. Bahkan striker tua Rudi Voeller kembali dipanggil karena tak ada penyerang muda yang bisa mendampingi Jurgen Klinsmann. Langkah Jerman akhirnya dihentikan oleh tim kejutan Bulgaria 2-1 di perempat-final. Klinsmann, satu-satunya pemain veteran yang tampil bagus, meninggalkan lapangan dengan menangis.
3. Upacara pembukaan begitu meriah karena dihadiri tokoh-tokoh dunia, termasuk Presiden AS Bill Clinton, Kanselir Jerman Helmut Kohl dan Presiden Bolivia Gonzalo Sanchez de Lozada. Selebritis top Oprah Winfrey bertindak sebagai MC. Upacara dimeriahkan penampilan penyanyi top Diana Ross. Dia juga mendapat kehormatan melakukan tendangan penalti, namun tendangannya melebar ke kiri.
4. Pertandingan pembukaan antara tuan rumah Amerika Serikat dan Swiss digelar di Pontiac Silverdome yang merupakan stadion tertutup (indoor). Ini untuk pertama kalinya pertandingan digelar di bawah atap.
5. Pemain yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya mengenakan jersey dengan nama di belakangnya seperti olahraga lain di AS. Tradisi tersebut sesungguhnya sudah diawali di Piala Eropa 1992 dan sejak itu terus digunakan.
6. Gianluca Pagliuca menjadi kiper pertama yang diusir di pertandingan Piala Dunia. Kiper Italia ini dikartu merah setelah memegang bola di luar kotak penalti dalam pertandingan melawan Norwegia.
7. Legenda Argentina Diego Maradona harus mengakhiri penampilannya di Piala Dunia secara menyakitkan. Setelah tampil gemilang pada dua pertandingan penyisihan, Maradona dilarang bermain karena gagal lolos tes doping. Ia kedapatan menggunakan obat terlarang yang mengandung ephedrine, obat untuk menurunkan berat badan. Tanpa Maradona, Argentina yang begitu impresif menjadi kehilangan taji dan disingkirkan Rumania 3-2 di babak 16 besar.
8. Pembunuhan bek Kolombia Andres Escobar menjadi tragedi Piala Dunia. Kolombia datang ke AS dengan harapan tinggi. Bagaimana tidak? Mereka memperagakan sepakbola indah dan tampil impresif selama babak kualifikasi, seperti membantai Argentina 5-0. Diperkuat Carlos Valderrama, Faustino Asprilla dan Freddy Rincon, Kolombia disejajarkan dengan tim Brasil 1970. Tidak kurang Pele menjagokannya sebagai kandidat juara. Kenyataannya, Kolombia tampil buruk. Rumornya, ada upaya sindikat perjudian dan kartel obat bius yang ingin mencengkeramkan pengaruhnya di tim. Bahkan pelatih Francisco Maturana mendapat ancaman pembunuhan. Apa pun, rumor tersebut mempengaruhi pemain Kolombia. Mereka kehilangan fokus dan dipaksa menyerah 3-1 oleh Rumania. Puncaknya terjadi saat Kolombia menghadapi AS. Escobar yang hendak memotong bola silang malah melakukan blunder bunuh diri. Bola justru meluncur ke gawang sendiri. Kolombia kalah 2-1 dan langsung masuk kotak. Di Medellin, sepuluh hari setelah gol bunuh diri Escobar, terjadi tragedi. Escobar yang hendak meninggalkan sebuah kelab malam ditembak dari jarak dekat dan menemui ajalnya. Tercatat 12 peluru menembus badannya. Menurut keterangan polisi, setiap kali melepaskan tembakan, pelaku berseru, “Gol!”
9. Final antara Brasil dan Italia untuk pertama kalinya diakhiri melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol. Kedudukan tak berubah sampai perpanjangan waktu. Brasil menang 3-2 melalui adu penalti. Brasil menjadi negara pertama yang memenangi Piala Dunia keempat kalinya. Dunga mempersembahkan trofi kemenangan kepada pembalap Brasil Ayrton Senna yang meninggal dalam balap F1 dua setengah bulan lalu.
10. Dunga sama sekali tak memperkirakan bakal menjadi yang pertama mengangkat trofi juara. Saat itu, Rai adalah kapten Brasil. Bahkan di pertandingan pertama, ban kapten masih melilit di lengan Rai. Namun, penampilan yang makin menurun menjadikan pelatih Carlos Alberto Parreira mencopot Rai dan menggantikannya dengan Dunga yang dinilai lebih punya pengaruh dalam tim. Pilihan Parreira tak salah. Semua pemain menaruh respek pada Dunga dan menjadikannya simbol keteguhan hati dan determinasi.
Data dan Fakta Piala Dunia 1994
Juara: Brasil
Runner-Up: Italia
Skor Tertinggi: Rusia vs. Kamerun 6-1 (Grup B)
Total Gol: 141
Rata-Rata Gol: 2,71
Topskor: 6 Gol – Hristo Stoichkov (Bulgaria), Oleg Salenko (Rusia)
Topskor Satu Pertandingan: 5 Gol – Oleg Salenko (Rusia)
Penonton Terbanyak: 94.194 (Brasil – Italia, Final)
Total Penonton: 3.587.088
Rata-Rata Penonton: 68.982
Penampilan Perdana: Rusia, Arab Saudi, Nigeria, Yunani
Nama-Nama Stadion:
Soldier Field (Chicago)
Rose Bowl (Los Angeles)
Stanford (Stanford)
Citrus Bowl (Boston)
Cotton Bowl (Dallas)
Foxboro Stadium (Orlando)
Pontiac Silverdome (Detroit)
Giants Stadium (New York)
RFK Memorial (Washington DC)

Hasil Pertandingan Piala Dunia 1994
GRUP A
Amerika Serikat 1-1 Swiss 18 Juni, Pontiac Silverdome
Kolombia 1-3 Rumania 18 Juni, Rose Bowl
Rumania 1-4 Swiss 22 Juni, Pontiac Silverdome
Amerika Serikat 2-1 Kolombia 22 Juni, Rose Bowl
Amerika Serikat 0-1 Rumania 26 Juni, Rose Bowl
Swiss 0-2 Kolombia 26 Juni, Stanford
Klasemen
1. Rumania 3 2 0 1 5-5 6
2. Swiss 3 1 1 1 5-4 4
3. Amerika Serikat 3 1 1 1 3-3 4
4. Kolombia 3 1 0 2 4-5 3
GRUP B
Kamerun 2-2 Swedia 19 Juni, Rose Bowl
Brasil 2-0 Rusia 20 Juni, Stanford
Brasil 3-0 Kamerun 24 Juni, Stanford
Swedia 3-1 Rusia 24 Juni, Pontiac Silverdome
Rusia 6-1 Kamerun 28 Juni, Stanford
Brasil 1-1 Swedia 28 Juni, Pontiac Silverdome
Klasemen
1. Brasil 3 2 1 0 6-1 7
2. Swedia 3 1 2 0 6-4 5
3. Rusia 3 1 0 2 7-6 3
4. Kamerun 3 0 1 2 3-11 1
GRUP C
Jerman 1-0 Bolivia 17 Juni, Soldier Field
Spanyol 2-2 Korea Selatan 17 Juni, Cotton Bowl
Jerman 1-1 Spanyol 21 Juni, Soldier Field
Korea Selatan 0-0 Bolivia 23 Juni, Foxboro Stadium
Bolivia 1-3 Spanyol 27 Juni, Soldier Field
Jerman 3-2 Korea Selatan 27 Juni, Cotton Bowl
Klasemen
1. Jerman 3 2 1 0 5-3 7
2. Spanyol 3 1 2 0 6-4 5
3. Korsel 3 0 2 1 4-5 2
4. Bolivia 3 0 1 2 1-4 1
GRUP D
Argentina 4-0 Yunani 21 Juni, Foxboro Stadium
Nigeria 3-0 Bulgaria 21 Juni, Cotton Bowl
Argentina 2-1 Nigeria 25 Juni, Foxboro Stadium
Bulgaria 4-0 Yunani 26 Juni, Soldier Field
Yunani 0-2 Nigeria 30 Juni, Foxboro Stadium
Argentina 0-2 Bulgaria 20 Juni, Cotton Bowl
Klasemen
1. Nigeria 3 2 0 1 6-2 6
2. Argentina 3 2 0 1 6-3 6
3. Bulgaria 3 2 0 1 6-3 6
4. Yunani 3 0 0 3 0-10 0
GRUP E
Italia 0-1 Rep. Irlandia 18 Juni, Giants Stadium
Norwegia 1-0 Meksiko 19 Juni, RFK Memorial
Italia 1-0 Norwegia 23 Juni, Giants Stadium
Meksiko 2-1 Rep. Irlandia 24 Juni, Citrus Bowl
Italia 1-1 Meksiko 28 Juni, RFK Memorial
Rep. Irlandia 0-0 Norwegia 28 Juni, Giants Stadium
Klasemen
1. Meksiko 3 1 1 1 3-3 4
2. Irlandia 3 1 1 1 2-2 4
3. Italia 3 1 1 1 2-2 4
4. Norwegia 3 1 1 1 1-1 4
GRUP F
Belgia 1-0 Maroko 19 Juni, Citrus Bowl
Belanda 2-1 Arab Saudi 20 Juni, RFK Memorial
Arab Saudi 2-1 Maroko 25 Juni, Giants Stadium
Belgia 1-0 Belanda 25 Juni, Citrus Bowl
Maroko 1-2 Belanda 29 Juni, Citrus Bowl
Belgia 0-1 Arab Saudi 29 Juni, RFK Memorial
Klasemen
1. Belanda 3 2 0 1 4-3 6
2. Arab Saudi 3 2 0 1 4-3 6
3. Belgia 3 2 0 1 2-1 6
4. Maroko 3 0 0 3 2-5 0
BABAK 16 BESAR
Spanyol 3-0 Swiss 2 Juli, RFK Memorial
Jerman 3-2 Belgia 2 Juli, Soldier Field
Arab Saudi 1-3 Swedia 3 Juli, Cotton Bowl
Rumania 3-2 Argentina 3 Juli, Rose Bowl
Brasil 1-0 Amerika Serikat 4 Juli, Stanford
Belanda 2-0 Rep. Irlandia 4 Juli, Citrus Bowl
Nigeria 1-2 Italia (AET) 5 Juli, Foxboro Stadium
Meksiko 1-1 (1-3) Bulgaria (pen.)5 Juli, Giants Stadium
BABAK PEREMPAT-FINAL
Italia 2-1 Spanyol 9 Juli, Foxboro Stadium
Belanda 2-3 Brasil 9 Juli, Cotton Bowl
Rumania 2-2 (4-5) Swedia (pen.) 10 Juli, Stanford
Bulgaria 2-1 Jerman 10 Juli, Giants Stadium
SEMI-FINAL
Bulgaria 1-2 Italia 13 Juli, Giants Stadium
Swedia 0-1 Brasil 13 Juli, Rose Bowl
PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Swedia 4-0 Bulgaria 16 Juli, Rose Bowl
FINAL
Brasil (pen.) 0-0 (3-2) Italia, 17 Juli, Rose Bowl
















