Sejarah Lahirnya SLB Negeri 1 Lubuk Basung

Penulis -

Rabu, 20 Februari 2019 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Kisah menarik saat menyimak perjalanan panjang pendidikan anak-anak difabel di SLB Negeri 1 Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Proses yang telah berlangsung 35 tahun tersebut memiliki lika-liku perjalanan sangat berat dan panjang. Meski demikian, berkat dukungan semua pihak dan kegigihan bersama, sekolah tersebut menjadi tempat terbaik bagi anak-anak difabel tersebut.

Menurut Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Lubuk Basung, Sarip Suzar’an, sekolah tersebut lahir sejak kehadirannya bersama 4 rekan lainnya didatangkan dari Yogyakarta. Sebagai guru berkebutuhan khusus bagi anak-anak disabilitas, tidak mudah untuk menjalani proses ajar mengajar.

Butuh kesabaran yang sangat dan ide kreatif tinggi, agar anak-anak mau mengikuti arahan. Pasalnya, tingkat kemampuan anak-anak difabel atau disabilitas jauh berbeda dari anak-anak normal pada umumnya. Seperti Tuna Netra, Tuna Grahita, Tuna Runggu, Tuna Daksa dan Autis.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dari 5 orang guru yang didatangkan tersebut seperti Sarip, Adi Subagio, Putrianingsih, Yuni Sukarsan dan Suraya hanya dirinya yang masih mampu bertahan. Bahkan tahun 1984 datang lagi guru tambahan (Ngateman, Rusli dan Suhindra). Mereka inilah menjadi perintis hingga sekolah tersebut terus berlangsung saat ini.

SLB tersebut disambut antusias masyarakat, karena sangat dibutuhkan kehadirannya. Saat itu, sekolah disabilitas tersebut pertama  ada di Kabuaten Agam. Pada saat itu, Kota Bukittinggi masih bagian dari Kabupaten Agam.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Pada saat itu Bupati Agam bernama Mohammad Nur Syafe’i beserta Istri Mutia Farina. Sedangkan Kepala Kantor Departemen Pendidikan Kecamatan Lubuk Basung setara UPTD pada saat itu bernama Abdul Ghafar,” terangnya.

Antusias masyarakat lanjutnya sangat tinggi atas kehadiran sekolah ini. “Kami sangat senang sambutan masyarakat sangat baik,” ujarnya.

Dengan dukungan masyarakat tersebut hingga akhirnya berdiri Yayasan Penyantun Anak Cacat hingga mendirikan sebuah asrama. Tempat tinggal bersama anak-anak ini diutamakan dari luar daerah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Anak didik tidak hanya berasal dari Lubuk Basung saja, melainkan ada dari Tanjung Raya, Kinali, Palembayan, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari dan Padang Pariaman.

“Saat ini anak didik sudah mencapai 92 orang. Guru pendidik berjumlah 18 orang, 1 orang Kepala Sekolah dan 2 orang penjaga sekolah,” terangnya.

Rumah dinas berjumlah 11 unit, 9 unit rumah dinas guru, 1 unit rumah kepala sekolah dan 1 unit rumah penjaga sekolah. “Standar 1 kelas, 1 orang guru mengajar 8 murid difabel setingkat SMP dan SMA. Sedangkan untuk setingkat SD, 1 guru mengajar 5 orang siswa,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB