Sejarah Berlanjut: Dari Rel Industri Pauh Lima Kini Menjadi Simpul Layanan Kereta Api bagi Masyarakat

Penulis -

Kamis, 20 November 2025 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat terus memperkuat komitmen dalam penyediaan layanan transportasi berbasis rel yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Salah satu wujud nyata upaya tersebut adalah adanya Stasiun Pauh Lima.

Stasiun yang berada pada ketinggian ±90 meter di atas permukaan laut ini awalnya dibangun pada 16 November 1979 sebagai bagian dari jalur Indarung–Bukit Putus. Selama masa operasionalnya, Pauh Lima menjadi titik strategis untuk penyusulan dan pengaturan rangkaian kereta barang yang mengangkut material dari Pabrik Semen Padang menuju Pelabuhan Teluk Bayur. Fungsinya sangat vital, meski berada dalam senyap tanpa melayani perjalanan manusia.

Namun, seiring perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat dan kebijakan transportasi nasional yang kembali mendorong penguatan moda transportasi berbasis rel, kawasan Pauh yang dikelilingi permukiman, pusat pendidikan seperti Universitas Andalas, dan sentra aktivitas harian menunjukkan potensi besar untuk menjadi simpul baru perjalanan berbasis rel.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kehadiran Stasiun Pauh Lima sebagai stasiun penumpang merupakan komitmen KAI dalam menyediakan layanan yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat masa kini. Transformasi ini bukan hanya membuka akses transportasi baru, tetapi juga menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih aman, efektif, dan terjangkau, khususnya bagi mahasiswa dan pekerja di kawasan Pauh dan sekitarnya,” ujar Kepala Humas Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.

Pengoperasian Stasiun Pauh Lima dimulai pada 1 Maret 2023 menjadi momen bersejarah: untuk pertama kalinya sejak berdiri, kereta penumpang Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima – Naras berhenti di sini dan disambut antusias warga. Kini, 10 (sepuluh) frekuensi perjalanan perjalanan kereta singgah setiap hari dengan tarif terjangkau mulai Rp5.000, menjadikan Pauh Lima alternatif mobilitas yang efisien dari dan menuju pusat Kota Padang.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Sejak kembali aktif, stasiun ini tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kepulangan, tetapi juga simbol perubahan. Dari rel yang dahulu membawa muatan industri, kini setiap rangkaian yang datang membawa pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan menghidupkan kembali denyut kawasan dan mendekatkan layanan perkeretaapian kepada masyarakat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Kami berharap kehadiran kembali Stasiun Pauh Lima dapat menjadi katalis bagi peningkatan kualitas hidup warga. Ini adalah bukti bahwa infrastruktur yang pernah tidur panjang pun dapat kembali memberi manfaat besar bagi publik bila dihadirkan dengan tepat,” tambah Reza.

Dengan wajah baru yang lebih fungsional dan pelayanan yang disesuaikan kebutuhan masyarakat, Stasiun Pauh Lima kini melanjutkan perjalanan sejarahnya. Tidak lagi sebagai fasilitas industri yang sunyi, tetapi sebagai simpul transportasi publik yang mendukung mobilitas modern, lebih hidup, lebih manusiawi, dan lebih dekat dengan warga.

“KAI akan terus memastikan Pauh Lima memberi layanan terbaik bagi masyarakat serta menjadi simpul perjalanan yang andal dan berkelanjutan,” tutup Reza. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB