Daerah

Sejak Agustus, Ribuan Anak di Pasaman Sudah Punya KIA

Pasaman, Prokabar — Ribuan anak di Pasaman sudah miliki Kartu Identitas Anak (KIA). Jumlahnya sekitar 3.303 orang. Ini diserahkan Bupati Pasaman Yusuf Lubis secara simbolis di MTSN 1 Lubuk Sikaping, Kamis (10/10).

Kadisdukcapil Pasaman, Sukardi menjelaskan, KIA yang telah diterbitkan ini merupakan hasil sensus petugas Disdukcapil Pasaman. Mulai dari datang ke sekolah-sekolah tingkat PAUD, TK, SD, SLTP hingga SLTA sederajat.

“Teknisnya, ini adalah program pemerintah dalam mewujudkan adminitrasi pendidikan pembawa kemudahan. Pelajar yang sudah memiliki KIA, mendapat banyak kemudahan nantinya. Misalnya saja, di usia 17 nanti, pelajar tak perlu lagi repot-repot mengurus KTP dengan segala macam persyaratan. Cukup datang ke dinas atau temui petugas di lapangan, bawa KIA dan akan diganti dengan KTP. Tahun ini target kami 10.000 anak sudah punya KIA,” jelas Sukardi.

Itu baru secuil manfaat KIA. Diakui Sukardi masih banyak lagi. Khusus di Pasaman, nantinya pihak pemerintah bakal berkoordinasi dengan pihak pemerintah provinsi dan pihak swasta untuk manfaat positif dari KIA. Misalnya saja, pelajar yang punya KIA dapat diskon saat belanja buku, naik angkutan umum, atau saat berwisata.
“Tidak ada yang tak mungkin. Ini sedang kami bahas bersama pihak provinsi,” jelas Sukardi.

Lebih lanjut dijelaskan Sukardi, perihal pelayanan baik pembuatan KIA, KTP, KK atau dokumen lainnya, masyarakat Pasaman sudah hampir 100 persen terdata memiliki KTP atau KK dan dokumen penduduk lainnya.

Di sisi lain, tingginya angka tertib adminitrasi di Pasaman diakui Sukardi tidak lepas dari adanya sembilan inovasi unggulan.
Mulai dari inovasi yang namanya Pasti, pelayanan adminitrasi nikah terintegrasi. Pasti ini memudahkan pasangan baru untuk langsung mendapatkan KK dan KTP baru. Ini bekerjasama dengan pihak Kemenag dan KUA. Selanjutnya inovasi Paling Mantap, pelayanan keliling sampai malam tanpa pamrih, Pecah Telor, pelayanan cepat tanpa molor, Kato Mama, kami (pihak Capil) tibo ka rumah-ruma, Kato Lala, kami tibo ke sekolah-sekolah, Pindah Berapi, pindah dan bawa surat pindah, Petasan, pelayanan akta sama bidan, Layanan Duka, pelayanan dokumen akta kematian, KTP Mula, Perekaman KTP masuk sekolah.

“Semua inovasi ini bekerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari Kemenag, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, bidan hingga RSUD. Pokoknya kami tidak akan berhenti sampai di sini, ke depan masih banyak inovasi yang bakal kami buat untuk memudahka masyarakat mendapat dokumen adminitrasi pendidikan. Hampir lupa, semua pengurusan adminitrasi ini gratis,” tukas Sukardi. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top