Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Seekor Buaya di Pesisir Selatan Diamankan Warga, Segini Panjangnya

Dibaca : 281

Pesisir Selatan, Prokabar – Warga Nagari Pasar Baru Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar menemukan seekor buaya di Sungai Lubuk Kumpai.

Penemuan reptil itu sempat menjadi tontonan warga setempat.

Kepala Seksi Trantib Kecamatan Bayang, Elvi Azman mengatakan, pemuan buaya itu berawal dari adanya salah seorang warga yang hendak mandi ke sungai. Melihat, kemunculan buaya, dirinya langsung memanggil warga lainnya.

“Kini buaya sudah diamankan di kantor camat, dalam posisi terikat. Kami juga telah mengbubungi pihak yang berwenang di Padang,” ujarnya pada Prokabar.com Selasa (4/7) di Painan.

Terpisah, Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Konservasi Wilayah Pessel, Bilmar membenarkan adanya penangkapan hewan bernama latin crocodylus porosus porolis itu.

Buaya panjang sekitar 2 Meter, dengan berat lebih kurang 100 Kilogram itu masih berkategori remaja. Saat ini, BKSDA tengah menyiapkan proses evakuasi untuk penangkaran lebih lanjut.

“Jenis kelamin buaya muara itu belum kami ketahui. Mungkin nanti sesampainya di kantor wilayah di Padang baru bisa dipastikan. Kini tim telah mengarah ke sini (Bayang) dari arah Padang,” ujarnya.

Menurutnya, kemunculan buaya itu karena desakkan manusia. Habitatnya kini mulai terganggu, akibat alih fungsi area rawa di sekitar penemuan menjadi pemukiman dan bangunam lainnya.

Padahal sebelumnya, BKSD telah membuat pamflet di sekitar lokasi penemuan, agar warga tidak mengganggu habitat buaya di lokasi itu. Sebab, buaya merupakan salah satu hewan yang dilindungi Undang-undang (UU).

Apalagi, selama ini yang menjadi pemicu konflik antara manusia dengan hewan buas akibat kehidupannya yang mulai terdesak. “Kehidupannya meresa terancam, sehingga mencari makan ke alokasi pemukiman warga,” ujarnya lagi.

Jembatan Lubuk Kumpai memang merupakan salah satu habitat buaya. Mereka merasa nyaman di lokasi tersebur. Hal itu mengingat kondisinya yang memang rawa dan dipenuhi dengan tumbuhan nipah.

Untuk itu, dirinya meminta pada masyarakat agar tetap berhati-hati. Jangan sampai bermain sekitar sungai pada sore dan pagi hari. Berdasarkan kebiasaannya, waktu berjemur buaya adalah pagi dan sore hari.

Sedangkan untuk aktivitas mencari makan, buaya biasanya melakukan pada malam hari, menjelang mata hari terbenam. “Kalau populiasinya di sini kami perkirakan hanya sekitar 4 ekor,” tutupnya.(min)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top