Sedimen Danau Maninjau Batal Disedot 2018, Ini Sebabnya

Penulis -

Rabu, 25 Juli 2018 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Karena Detail Engineering Design (DED) belum ada, penyedotan sedimen sisa pakan ikan yang mengendap di dasar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, batal dikerjakan pada 2018.

“Awal 2018 DED sudah dibuat, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan. DED dibuat untuk check dam atau dam pengendali sementara kebutuhannya adalah penyedotan,” kata Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria di Padang, Rabu.

Ia mengatakan penyedotan itu terkait upaya penyelamatan Danau Maninjau yang nyaris “mati” karena racun sisa pakan dari ribuan keramba apung di danau tersebut terus mengendap.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Menurutnya pemerintah daerah saat ini telah berkoordinasi kembali dengan Kementerian PU untuk membuat DED baru, yaitu penyedotan sedimen.

Sementara proses itu berlangsung, Pemkab Agam juga melakukan beberapa langkah persiapan di antaranya menyiapkan tempat pembuangan sementara.

“Ada 10 lokasi yang disiapkan untuk pembuangan sementara sedimen yang disedot itu. Lokasinya belum maksimal, tetapi sudah mencukupi,” kata Trinda.

Tempat pembuangan akhir juga sudah disiapkan meski lokasinya relatif jauh dari danau.

Alternatif untuk tempat pembuangan akhir itu, agar biaya angkut tidak banyak, adalah reklamasi pulau yang ada di danau.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Sekarang pulau itu masih kecil, kita sedang jajaki kemungkinan reklamasi. Jadi sedimen sisa pakan yang disedot dijadikan material untuk reklamasi,” ujarnya.

Selain itu jumlah keramba apung di Maninjau terus dibatasi maksimal hanya 6000 unit. Izin untuk itu tidak diberikan lagi agar pencemaran akibat sedimen pakan ikan tidak makin parah.

“Kita juga ajak pemilik keramba untuk mengalihkan usahanya ke kolam di darat. Bagi kelompok tani, kami biayai semua hingga peralatan. Sementara untuk pribadi, kami bantu peralatan,” katanya.

Hal itu untuk mengurangi jumlah keramba di Danau maninjau.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Danau Maninjau mengalami kerusakan serius karena usaha keramba apung yang tidak terkendali. Kapasitas keramba itu harusnya hanya 6000 unit, tetapi realita di lapangan mencapai puluhan ribu unit.

Akibatnya pada saat cuaca buruk, sedimen sisa pakan ikan yang menumpuk di dasar danau naik dan meracuni ikan.

Hampir setiap tahun terjadi kasus kematian ikan hingga ratusan ribu ekor sehingga air danau makin tercemar oleh bangkai.

Pemerintah telah berupaya untuk melakukan usaha penyelamatan, namun beberapa kali terkendala kewenangan dan anggaran. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB