Padang Panjang, Prokabar – Masyarakat diminta mencermati tiga ketentuan sebelum menyembelih hewan kurban, salah satunya kesehatan hewan.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang, Wahid, Selasa (7/8).
Dia menerangkan ketiga ketentuan yang harus menjadi perhatian penyelenggara kurban yaitu kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner (produk) dan syariat Islam.
Sebelum membeli sapi, sebutnya panitia kurban harus memperhatikan kondisi kesehatan sapi seperti keaktifan bergerak, mata dan bulu mengilap, cara berdiri dan bernafas, nafsu makan, suhu badan dan lainnya.
Kemudian usai penyembelihan panitia kurban masih harus memerhatikan kualitas produk karena ada kalanya penyakit tidak terdeteksi dari tampilan luar hewan, terutama jika hewan baru terserang penyakit.
Beberapa organ yang mesti diperiksa yaitu hati, jantung, paru-paru, lambung dan lainnya.
“Jika hewan sudah lama terserang sakit, jelas berpengaruh pada kualitas daging. Namun jika masih baru, cukup organ yang terserang sakit yang dibuang misalnya bagian paru-paru jika terkena pneumonia,” jelasnya.
Untuk pemeriksaan organ tersebut, akan dibantu pelaksanaannya oleh 32 orang petugas medis.
Di samping pemeriksaan organ, panitia kurban juga harus memperhatikan kebersihan daging usai disembelih hingga akan didistribusikan karena kualitas daging dapat berkurang jika tidak ditangani secara bersih.
Beberapa yang perlu diperhatikan, ujarnya, pengemasan daging tidak boleh sama dengan jeroan, dikemas dalam plastik bening dan harus didistribusikan tidak boleh melebihi enam jam setelah dikemas agar bakteri tidak berkembang.
Sementara dari aspek agama terkait tata cara perlakuan pada hewan ketika akan disembelih dan usia sapi dua tahun ditandai dengan telah berganti sepasang gigi.
Panitia kurban juga diingatkan dengan peraturan agar tidak menyembelih hewan betina produktif.
“Setiap aspek itu sudah harus dipahami dan diperhatikan oleh penyelenggara kurban karena ini adalah produk yang akan dikonsumsi masyarakat,” ujarnya. (*/mbb)
















