Jakarta, Prokabar – Jauh sebelum terjun ke dunia seni peran, Adam Jagwani dikenal sebagai jockey (DJ) asal Malaysia. Tepatnya di usia 16 tahun, Adam sudah mengotak atik piringan hitam.
“Saya jadi DJ itu dari tahun 1980 jauh sebelum saya kenal syuting seperti sekarang ya. Itu profesi awal saya,” kenang Adam.

Tak hanya dikenal di tanah kelahirannya saja, Adam sering memenuhi undangan DJ di banyak negara termasuk Indonesia. “Masuk ke Indonesia itu tahun 1985 setelah dapat tawaran teman dari Taiwan. Ditawarin kerja di klub di Indonesia, namanya Stardust,” kenangnya lagi.
Alhasil setelah merasakan jadi DJ di Indonesia, Adam kerasan dan memilih tinggal lebih lama. Bahkan namanya pun dikenal sebagai DJ Adam Stardust. “Di tempat kerja saya itu hampir tiap malam datang tiga ribu orang karena tempatnya besar,” serunya.

Barulah menginjak tahun 1989, Adam mendapat tawaran main film untuk pertama kalinya. Film berjudul Pembalasan Laut Selatan, Adam beradu akting dengan aktris Yurike Prastika. “Itu tawaran main film pertama. Aduh itu pengalaman pertama saya jadi pemain film,” senangnya.
Pria kelahiran Malaysia, 17 Agustus 1964 ini mengaku punya satu prinsip dalam hidupnya. Mencoba profesi hanya satu kali dan tak mencoba untuk mengulanginya. “Saya itu orangnya kalau sudah mencoba sekali ya sudah, nggak mau lagi,” ungkapnya.

Mulai dari jadi DJ, pemain film, sinetron, nyanyi hingga kini membantu usaha istrinya di bidang jasa keamanan, Adam hanya sekali mencoba. “DJ sudah, film, sinetron, nyanyi dan bisnis sudah saya lakoni semua,” jawabnya.
Namun untuk urusan keluarga Si Doel, pemeran Hans ini tak kuasa menolak. “Seperti apa ya, kayak ajakan keluarga saja. Nggak bisa nolak. Makanya oke lah saya kembali syuting,” pungkasnya. (beb)
















