Trending | News | Daerah | Covid-19

Musik

Se2ruan Bareng Nugie : “Semesta Mendukung Hingga Saat Ini”

Dibaca : 379

Jakarta, Prokabar — Episode ke sebelas IG Live @Se2ruan mengundang musisi yang juga artis peran, Nugie. Pemilik nama lengkap Agustinus Gusti Nugroho ini ngobrol asyik bareng Ifan Ohsi selama satu jam.

Diawali cover lagu ‘Lukisan Malam’, Ifan begitu semangat karena Nugie diakuinya sebagai penyanyi idola. “Duh, penyanyi idola saya nih. Sejak SD ngikutin karyanya mulai dari ‘Burung Gereja’, ‘Pelukis Malam’ sampai yang terbaru saat ini untuk soundtrack film,” ucap Ifan membuka perbincangan.

Single berjudul ‘Bintang Kosong’ jadi karya Nugie yang baru saja rilis, Maret lalu. Menurutnya, lagu yang dibuat awal tahun 2000 ini jadi soundtrack film ‘Tersanjung’ garapan sutradara Hanung Bramantyo.

“Sebenarnya lagu ini dibuat sepuluh tahun uang yang lalu. Tapi baru diproklamirkan sekarang. Kebetulan cerita lagu ini relate dengan judul film ‘Tersanjung’ yang belum tayang di bioskop,” jelas Nugie mengawali perbincangan tentang karya lagunya.

Penasaran dengan karya yang baru dirilis, Ifan pun meminta Nugie untuk menjelaskan apa yang jadi inspirasi dari ’Bintang Kosong’.

”Waktu bikin lagu itu gara-garanya saya nonton film tahun 90-an judulnya ‘As Good as it Gets’ yang diperankan aktor Jack Nicholson. Jadi lagu ini ceritanya tentang pengalaman saat nonton film itu. Ternyata nyambung ke film ‘Tersanjung’, bebernya.

Selain mengisi soundtrack, Nugie juga ambil peran sebagai ayah bernama Gerry Hartono. Film produksi MVP Pictures ini mempercayakan Nugie sebagai musisi yang kurang pamor.

”Saya main juga sebagai ayah dari pemeran utama yang dimainkan oleh Clara Bernadeth. Memang pas seumuran saya jadi ayah kali ya. Sebelum film ini juga pernah jadi seorang guru di film ’Sang Pemimpi,” sebut Nugie.

Bakat pria kelahiran 31 Agustus 1971 rupanya sudah terasah sejak duduk di bangku SD. Nugie berkisah tentang masa kecilnya yang penuh warna.

”Jadi mendiang ayah saya ini mengenalkan sanggar Angin Mamiri. Saya diarahkan ke macam kegiatan seperti teater, nari dan nyanyi. Bahkan pernah isi drama anak di TVRI,” kenang Nugie yang menyebut punya bakat akting sejak kecil.

Hingga beranjak dewasa di tahun 1998, Nugie mulai ambil peran di film karya Mira Lesmana berjudul ’6 Langkah’.

”Ternyata beda banget dari segi waktunya. Akhirnya saya putuskan mulai memilih cerita, nilai dan misi dari film yang saya terima. Bukan hanya sekedar film yang laku. Bersyukur industri film kita banyak cerita yang punya nilai baik untuk penonton,” tambahnya lagi.

Kesuksesannya sebagai penyanyi dan juga sebagai artis peran diakuinya berjalan begitu saja. Nugie menyebut semesta telah mendukung jalan hidupnya menemukan kembali apa yang dirasakannya waktu kecil.

”Mestakung (semesta mendukung) mulai saya main film dan nyanyi semuanya sudah dikenalkan sejak kecil oleh mendiang bapak. Lalu dari segi karya, dari kecil saya ini ‘anak kolong’ (sebutan anak tentara) diajarkan untuk mencintai Tanah Air. Nggak salah kalau album saya Trilogy, ‘Bumi’, ‘Air’ dan ‘Udara’,” jelasnya.

Selain membahas tentang kariernya di industri hiburan, Nugie membahas tentang perubahan gaya hidupnya. Sejak tahun 2009, Nugie memutuskan untuk menggunakan sepeda sebagai alat trasportasi.

”Pengalaman masa kecil naik sepeda kembali diasakan sekarang. Manfaatnya selain ramah lingkungan, sepeda itu menumbuhkan nilai keakraban kepada sesama pesepeda, terhadap alam dan tentunya menghindari kemacetan,” aku Nugie.

Meski bersepeda menjadi trend di masa new normal ini, Nugie berharap bagi pesepeda untuk mematuhi protokol kesehatan.

”Senang semakin banyak yang menyukai bersepeda. Berharap tidak hanya trend saja di masa pandemi sekarang ini. Hormati pengguna jalan lain, jangan bergerombol dan jadilah pesepeda yang bermartabat,” pesan Nugie.

Diakhir perbincangan, Nugie menutupnya dengan satu lagu hitsnya berjudul ‘Burung Gereja’. Tak lupa, Nugie pun memberikan kata bijak yang luar biasa.

”Masa masa ini adalah masa untuk mengukur diri kita dengan segala macam kebijakan hidup kita. Bagaimana menjaga diri dan juga bermanfaat bagi orang lain. Supaya kita tidak mendatangkan hal -hal yang tak mengenakan orang lain melalui ucapan dan tindakan,” pungkasnya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top