Tanah Datar, Prokabar – Sumpur merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. Nagari ini terletak tidak jauh dari ibu kota dari kabupaten Tanah Datar, Batusangkar. Nagari Sumpur berada tepat di tepi Danau Singkarak.
Bagi masyarakat Tanah Datar, Nagari Sumpur sangat dikenal sebagai nagari penghasil buah saus yang enak dan manis. Memang, disepanjang jalan ketika kita hendak masuk ke Nagari ini, kita akan menjumpai pohon buah saus yang berjejer rapi di areal ladang warga.
Ade Endriko, Walinagari Sumpur mengatakan, Nagari Sumpur memiliki potensi yang sangat luar biasa. Selain memiliki sawah dan ladang yang cukup luas, Selain itu, naGari Sumpur juga dikenal sebagai penghasil buah saus berkualitas di Tanah Datar, dan Sumatera Barat pada umumnya.

“Kami memiliki sawah yang cukup luas, lebih kurang 50 hektar lebih. Kami juga penghasil buah saus atau kami di Sumpur menyebutnya dengan saus panda sumpu,” kata Walinagari.
Lebih lanjut Walinagari mengatakan, saus panda sumpu telah didistribusikan ke beberapa daerah di Sumatera Barat, bahkan keberbagai provinsi di negeri ini, seperti Jakarta, Batam dan lainnya. Selain itu, warga Sumpu juga menggantungkan hidupnya di muara tepian danau singkarak, sebagai penjala ikan bilih.
Meski pengelolaan potensi Nagari belum dilakukan secara maksimal, namun pihak nagari mengaku terus mendorong potensi alam dan anak nagari itu. Saat ini, potensi buah buahan seperti saus masih mengandalkan pihak kedua sebagai pendistribusi buah saus.
Nagari Sumpur juga memiliki badan usaha milik nagari atau bumnag yang bergerak dalam bidang pertanian, seperti menjual pupuk, alat alat pertanian dan sebagainya. Selain itu, bumnag Sumpur juga bergerak dalam bidang usaha, seperti fotocpy dan alat tulis.
“Bumnag kita baru berjalan sekitar 1,5 tahun. Dimana bergerak dalam berbagai bidang,” ucap Walinagari.
Diakhir pertemuan dengan prokabar.com, Walinagari dengan bangga mengatakan jika nagarinya merupakan satu satunya nagari yang warganya tidak memiliki bagan di kawasan danau Singkarak.
“Seiring dengan adanya penertiban bagan, kami satu satunya nagari yang warganya tidak memiliki bagan,” tutupnya dengan bangga. (eym)
















