Satwa Liar Kembali Menerkam Ternak Warga Di Agam

Penulis -

Rabu, 18 November 2020 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar — Satwa liar kembali menyerang dan memangsa ternak warga di Agam. Menurut keterangan Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra, Selasa malam (17/11), laporan baru saja diterima dan langsung ditindalanjuti dengan melakukan identifikasi dan pemantauan ke lokasi kejadian.

Sebanyak tiga ekor ternak kambing warga Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Agam ditemuka dalam kondisi mati dengan berbagai luka pada bagian badan. Kejadian telah berlangsung sejak Minggu, lalu (16/11).

“Pemilik ternak mengetahui hewan ternak di kandangnya mati mengenaskan sekitar pukul 22.00 WIB. Dua ekor kambing milik Mardofi dalam kondisi mati tercabik dan luka, sedangkan satu ekor lagi milik Muhammad Rayidin ditemukan luka pada bagian kaki, dan akhirnya disembelih,” Ungkap Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra, Selasa malam (17/11).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kejadian itu dilanjutkan pelaporan ke Wali Nagari Sipinang berlanjut kepada BKSDA Resor Agam, Senin (17/11). Kebetulan BKSDA Resor Agam pada saat itu sedang menangani konflik satwa Beruang di kelok 42, Nagari Matur Mudiak.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Dari hasil identifikasi lapangan, belum dapat menyimpulkan dugaan jenis satwa liar yang menyerang ternak warga. Hal ini disebabkan jejak yang sudah tidak terlihat di sekitar lokasi kejadian akibat terhapus oleh hujan lebat malam sebelumnya,” terangnya.

Namun pihaknya memastikan satwa yang menyerang ternak warga bukanlah Harimau Sumatera. Hal ini disimpulkan dengan melihat dan mempedomani kerusakan pada kandang dan foto luka pada ternak.

BKSDA akan melanjutkan identifikasi dan pemantauan pada Rabu (18/11) ini. Dengan memperluas areal pemantauan radius dua kilometer untuk mendapatkan tanda-tanda keberadaan satwa. Seperti jejak, cakaran, kotoran dan arah pergerakan lintasan satwa.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Pada tahun 2017, di Nagari Sipinang juga terjadi serangan satwa terhadap ternak kerbau milik warga. Tiga ekor kerbau ditemukan terluka parah dan selanjutnya disembelih oleh pemiliknya.

“Kami menghimbau warga setempat untuk mengamankan ternaknya ke dalam kandang dan berhati-hati ketika beraktivitas di kebun dan sawah,” Himbau Kepala BKSDA Resor Agam. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB