Daerah

Satwa Liar Kembali Mangsa Ternak Warga, 7 Ekor Anjing Diterkam

Dibaca : 407

Agam, Prokabar – Satwa liar kembali muncul dan menerkam hewan peliharaan warga di Agam. Kali ini BKSDA Resor Agam mendapat laporan tujuh ekor anjing milik warga di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, mati diduga dimangsa satwa liar. Hal itu telah berlangsung dalam rentang waktu satu bulan ini.

Amir Hamzah (60) warga setempat, melaporkan kejadian tersebut kepada balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Resor Agam. Dan mendatangi lokasi yang juga masih melakukan penanganan konflik Harimau Sumatera di Jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Koto, Kecamatan Matur. Di sini telah menimbulkan 6 ekor kerbau ternak warga mengalami kematian dan terluka.

“Kami didampingi perangkat nagari Tigo Koto Silungkang, wawancara saksi mata dan pelapor. Dari hasil pengumpulan data, diketahui sebanyak tujuh ekor ternak anjing milik warga setempat mati karena dimangsa satwa liar yang diduga jenis Harimau Sumatera,” ungkap Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra kepada Prokabar.com, Senin malam (26/4).

Novi (40), pemilik ternak Anjing menuturkan, dua ekor ternak anjing miliknya dimangsa satwa itu pada malam berbeda. Anjing itu diterkam dan diseret dari pondoknya ke arah pinggir ladang. Dan disekitarnya ditemukan banyak jejak menyerupai tapak kaki harimau.

“Kami belum bisa menyimpulkan secara pasti, apakah harimau yang menyerang ternak anjing tersebut merupakan individu yang sama dengan harimau yang menerkam ternak kerbau warga di Matur beberapa hari lalu,” tuturnya.

Identifikasi lapangan untuk mencari dan mengumpulkan data-data tanda keberadaan satwa berupa jejak, cakaran dan kotoran akan dilakukan untuk memastikan jenis dan individu satwa.

“Selain keterangan saksi atau pemilik anjing, beberapa warga setempat juga pernah melihat langsung satwa langka dan dilindungi itu,” lanjut Ade.

Sejak awal Maret 2021 sampai pertengahan April ini, sebanyak enam ekor ternak kerbau warga Jorong Cubadak Lilin dan Jorong Sari Bulan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur ditemukan dalam kondisi mati sebanyak dua ekor dan terluka sebanyak empat ekor.

Tim BKSDA juga telah melakukan pengusiran sejak bulan maret lalu. Akhirnya memutuskan melakukan evakuasis satwa dengan memasang perangkap sebanyak dua unit.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top