Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Satwa Langka Binturong Masuk Kebun diamankan Warga, BKSDA Respon Cepat

Dibaca : 405

Lubuk Basung, Prokabar — Warga Jorong Pasa Durian, Nagari Kampung Penang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam sempat gempar adanya seekor satwa liar masuk ke kebun warga, Selasa (27/10) lalu. Satwa langka dan dilindungi jenis Binturong (Arctictis binturong) masuk ke kebun milik Martinis.

Warga sekitar sempat menyangka satwa tersebut adalah Beruang. Informasi lebih lanjut diterima Camat Lubuk Basung, Harmezi dan dilanjutkan kepada BKSDA Resor Agam. Ia khawatir satwa tersebut akan semakin buas dan membahayakan warga.

BKSDA resor Agam yang mendapatkan laporan itu mendatangi lokasi rumah warga pada Rabu (28/10) dan melaksanakan identifikasi jenis. “Hasil identifikasi kami, jenis satwa langka itu Binturong (Arctictis binturong) dengan jenis kelamin betina, berusia 4 tahun, dengan panjang dari kepala sampai ekor mencapai 130 cm dan berat 15 kilogram,” Ungkap Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra, kepada Prokabar.com.

Selanjutnya satwa langka dan dilindungi itu dibawa ke kantor BKSDA di Lubuk Basung untuk dilakukan observasi.

“Binturong adalah jenis satwa mamalia dari keluarga musang yang memiliki ekor panjang dan tubuh yang besar. Panjang tubuhnya mencapai 60 cm hingga 95 cm, serta panjang ekor mencapai 50 cm hingga 90 cm. Berat binturung antara 6 kg sampai 14 kg, bahkan hingga mencapai 20 kg,” terang Ade.

Ia melanjutkan Binturong memiliki bulu atau rambut binturung panjang dan kasar dengan warna hitam kecokelatan disertai taburan uban keputih-putihan atau kemerahan merupakan salah satu pembeda dengan musang.

Dijelaskan lagi bahwa satwa adalah hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Binturong termasuk hewan arboreal dan terestrial, sebab ketika ia sering berada di atas pohon, namun juga turun ke lantai hutan.

“Bunturong mempunyai beberapa ciri khas, seperti ekor yang dapat berfungsi sebagai kaki kelima untuk berpegangan pada dahan-dahan pohon, serta memiliki organ berupa penis palsu (pseudo-penis) pada binturong betina,” tuturnya.

Sesuai dengan peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan nomor: P.106 tahun 2018 dan undang undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, Binturong termasuk ke dalam jenis satwa dilindungi.

“Saat ini satwa Binturong tersebut telah kami kembalikan ke habitatnya di dalam kawasan hutan cagar alam Maninjau. Namun sebelumnya, kami sudah dipastikan kondisinya sehat dan layak untuk dikembalikan ke habitatnya,” tutup Ade. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top