Daerah

Satu Dari Empat Terdakwa Korupsi Pasaman Divonis

Pasaman, Prokabar — Satu dari empat orang terdakwa kasus korupsi pembangunan peningkatan jalan Pintu Padang – Botung Busuk, Kecamatan Mapattunggul tahun 2016 divonis lima tahun penjara.

Ialah Lisnu J. Daulay, selaku rekanan yang melakukan pekerjaan dengan pagu anggaran Rp.3 miliar tersebut. Lisnu menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Padang, Jumat (27/7).

“Iya, sudah divonis. Lisnu kena Lima tahun penjara dari majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang. Selain itu, Lisnu juga dikenakan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan, ditambah terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sekitar Rp200 juta.

Jika tidak sanggup membayar diganti dengan penjara selama tiga bulan juga,” kata Kasipidsus Kejari Pasaman, Erik Eriyadi.

Pantauan Prokabar.com putusan ini sedikit lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa Lisnu dengan pidana penjara selama tujuh tahun penjara. Denda Rp200 juta subsider satu tahun penjara dan uang pengganti sebanyak Rp196 juta subsider satu tahun penjara.

“Atas putusan ini, kami manyatakan sikap pikir-pikir dulu. Begitu juga dengan terdakwa, juga pikir-pikir. Apakah terima atau banding,” tegas Erik.

Di sisi lain, untuk tiga terdakwa lainnya, Salman (43), Dasril (44) dan Doni (39), ASN Pemkab Pasaman ini bakal menjalani sidang putusan pada 30 Juli mendatang.

Menurut majelis hakim, Lisnu dengan sengaja mengatur dan tidak mengerjakan proyek sesuai prosedur dan aturan yang ada. Hal ini melanggar pidanapasal 2 dan UU tindak pidana korupsi No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top