Pasaman, Prokabar — Saban hari, kisruh dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diamankan Satpol PP dan Damkar Pasaman atas dugaan perbuatan mesum, masih jadi buah bibir masyarakat.
Satpol PP dan Damkar Pasaman yang main aman-amankan orang ke kantor pun, diduga salah mengamankan. Orang sedang bercerita santai diamankan pula ke kantor pasukan penegak perda itu.
Naas, sudah tersebar kabar yang tidak mengenakan atas dua ASN yang hanya bercerita di dalam mobil itu.
Kabar dugaan mesum tidak bisa dubuktikan Pol PP dan Damkar. Pengakuan keduanya, saat diamankan Pol PP pada Jumat pagi, keduanya hanya bercerita. Kebetulan kedua ASN yang sudah berkeluarga ini sama-sama pecinta seni.
Ini pengakaun Kasatpol PP dan Damkar Pasaman, Aan Afrinaldi, seperti dikutip dari portal berita sumbar.antaranews.com.
“Benar, kita telah mengamankan dua orang di duga ASN Pemerintah Kabupaten Pasaman, inisial AW, pria dan insial RE, perempuan, sedang berduaan di dalam sebuah mobil merek Toyota nomor polisi mobil tidak ingat,” kata Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pasaman, Aan Afrinaldi di Lubuk Sikaping, Jum’at.
Naas, Satpol PP dan Damkar Pasaman diduga tidak terbuka ataa kasus ini. Seperti plat nomor mobil yang diakui Aan, lupa nomornya. Padahal sebesar gaban mobil itu terparkir di depan kantor Pol PP usai kejadian. Belum lagi kronologis sampai diamankannya dua ASN ini pun tidak jelas. Aan hanya mengaku kalau diamankannya dua ASN ini atas laporan warga.
“Orang cuman bercerita diamankan pula sama Pol PP. Informasi macam apa yang diterima Pol PP ini sampai-sampai main amankan saja. Kasihan pula kita sama dua ASN ini, sudah banyak yang mencap mereka diduga mesum. Astaga. Taunya, setelah diperika PPNS, mereka hanya bercerita dalam mobil. Seperti yang diberitakan,” kata seorang warga Lubuk Sikaping, Andi yang sibuk mencari kebenaran info ini.
Andi menilai, jika mereka hanya bercerita, mengapa Pol PP main amankan saja dan membawa dua ASN ini ke kantornya. Diperiksa pula. Jika di lokasi mereka memang tidak sedang melakukan tindakan ke arah perbuatan mesum, seharusnya Pol PP tidak membawa mereka ke kantor untuk diperiksa.
“Kalau memang saat Pol PP datang ke lokasi mobil tempat orang ini duduk santai tidak mengapa-ngapa di dalam mobil, apa pula haknya Pol PP main angkut ASN ini ke kantor Pol PP dan diperiksa pula. Harus ada dasar la Pol PP ini mengangkut orang. Bukti awal dan lainnya. Tidak semena-mena. Ingat, masyarakat umum itu taunya, kalau sudah dibawa ke kantor Pol PP, itu pandangan yang melekat pasti buruk,” kata Andi.
Ditambah, Sat Pol PP agaknya juga main kucing-kucingan data dan informasi dengan awak media. Apalagi perihal kronologis kejadian. Sat Pol PP dan Damkar Pasaman tidak menjabarkan betul kronologis diamankannya kedua ASN ini. Sehingga informasi yang didapat setengah-setengah. (Ola)
















