Lubuk Basung, Prokabar – Angka Kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Agam mengalami peningkatan kasus.
Meski petugas gencar melakukan sosialisasi ke setiap sekolah, pasar-pasar tradisional dan merangkul pemerintah setempat, namun angka kecelakaan terus meningkat.
Kasat Lantas Polres Agam, Iptu Apriman Sural mengatakan, hampir setiap hari dan minggu, pihaknya melakukan aksi persuasif.
Hal tersebut agar masyarakat ikut berperan aktif mensosialisasikan keselamatan berlalulintas, mematuhi aturan atau tertip berkendaraan di jalan raya.
Hampir setiap kesempatan di tengah masyarakat, pihaknya tatap muka dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh masyarakat.
Mengajak Ninik Mamak, Alim Ulama, Pemerintahan Nagari dan semua lembaga kemasyarakatan berperan aktif mengajak orang-orang terdekatnya, untuk selalu mematuhi peraturan berlalu lintas.
“Terutama menggunakan helm saat berkendaraan roda dua, disertai lengkap segala perlengkapan dikendaraannya. Dengan kepedulian dan kesadaran bersama, kita tidak harus lagi melakukan penindakan dengan penilangan pengendara yang melanggar,” harapnya.
Setiap acara-acara atau undangan dari masyarakat, maupun pemerintah nagari dan pemda Agam, Jajaran Satlantas Polres Agam selalu mengajak dan menghimbau pentingnya menjaga anak-anak mereka yang diberikan fasilitas kendaraan roda dua.
“Ya, angka kecelakaan didominasi pelajar berusia 16 tahun hingga 19 tahun. Dan di tahun 2022 ini terjadi lonjakan angka kecelakaan,” ujarnya.
Kecelakaan paling banyak terjadi berada di jalan negara atau jalur utama dari wilayah Tanjung Mutiara perbatasan Agam dengan Padang Pariaman hingga ke Padang Sawah Kecamatan Ampek Nagari, perbatasan Agam dengan Pasaman Barat.
Pelanggaran berlalu lintas juga meningkat. Angka kecelakaan lalu lintas tahun 2021 dari Januari hingga Agustus berjumlah hanya 81 kasus. Dengan kerugian materil 221 juta rupiah.
Korban meninggal dunia sebanyak 10 orang, luka berat sebanyak 7 orang dan luka ringan sebanyak 102 orang.
“Dibandingkan angka kecelakaan dari bulan Januari sampai Agustus tahun 2022 ini, sebanyak 105 kasus. Dengan korban meninggal dunia mencapai 23 orang, Luka Berat 4 orang dan luka ringan sebanyak 142 orang. Kerugian mencapai lima ratus juta Rubiah,” terangnya.
Hingga saat ini lanjutnya, giat preventif setiap pagi terus dilakukan di jalan padat arus dan keramaian.
Seperti di depan sekolah berada di tepi jalan raya, hari balai di pasar-pasar tradisional, giat sosialisasi ke sekolah-sekokah, pertemuan ke kelompok-kelompok masyarakat.
“Meski demikian, kita juga tetap melakukan penindakan penegak hukum bagi pelanggaran lalulintas. Melakukan giat patroli siang dan malam. Serta inovasi strategis dalam mengungkap pelaku tabrak lari,” tutupnya. (rud)
















