Satker Jalan Nasional Sumbar-Riau Cuek Bebek

Penulis -

Senin, 2 Juli 2018 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, Prokabar – Macet parah yang terjadi di Tanjuang Balik, Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota gara gara proyek jembatan, ternyata tidak digubris Satuan Kerja Jalan Nasional wilayah Sumbar-Riau.

“Cuek bebek saja dia,” kata warga Tanjuang Balik. Masyarakat panik, lantaran akibat proyek yang tak kunjung selesai itu, badan jalan sudah penuh oleh material tanah.

Parahnya lagi, setelah ditimbun material tanah yang dikeruk dari lokasi tebing yang sama, gundukan tersebut juga memicu lumpur karena curah hujan tergolong tinggi beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kadis PU Limapuluh Kota Yunire Yunirman, sejatinya sudah melaporkan persoalan ini ke Satker Jalan Nasional wilayah Sumbar-Riau, Kementerian PU PR.

Begitu pula Kapolres 50 Kota AKBP Haris Hadis, juga mengecam kondisi ini. “Anggota kami, 24 jam berada di lokasi yang bikin macet,” kata alumnus Akpol 1997 itu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Haris menyebut, mestinya material yang menumpuk dapat dibersihkan. Banyak pihak meminta penegaj hukum, mengusut proyek ini.

“Kami menduga, ada yang janggal dalam pelaksanaan proyek. Kalau benar ada pembanguna atau perbaikan jembatan, harusnya tidak mengusik akses jalan. Apalagi, ini jalan nasional,” sebut sejumlah pegiat anti korupsi dari Luak Limopulua Corruption Watch.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Akibat lumpur di lokasi proyek Tanjuang Balik, Pangkalan, Limapuluh Kota. Jalur Sumbar Riau

Prokabar, tempo hari sudah menghubungi PPK kawasan tersebut. Malang, sampai sekarang, pesan yang dikirim dan telepone yang dihubungi tak bersahut.

Sejumlah pihak meminta, Kementrian PU PR mengevaluasi kinerja anak buahnya di lapangan. Kapan perlu, merombak posisi penting di Satker Jalan utama Sumbar-Riau itu. (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB