Limapuluh Kota, Prokabar – Macet parah yang terjadi di Tanjuang Balik, Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota gara gara proyek jembatan, ternyata tidak digubris Satuan Kerja Jalan Nasional wilayah Sumbar-Riau.
“Cuek bebek saja dia,” kata warga Tanjuang Balik. Masyarakat panik, lantaran akibat proyek yang tak kunjung selesai itu, badan jalan sudah penuh oleh material tanah.
Parahnya lagi, setelah ditimbun material tanah yang dikeruk dari lokasi tebing yang sama, gundukan tersebut juga memicu lumpur karena curah hujan tergolong tinggi beberapa waktu terakhir.
Kadis PU Limapuluh Kota Yunire Yunirman, sejatinya sudah melaporkan persoalan ini ke Satker Jalan Nasional wilayah Sumbar-Riau, Kementerian PU PR.
Begitu pula Kapolres 50 Kota AKBP Haris Hadis, juga mengecam kondisi ini. “Anggota kami, 24 jam berada di lokasi yang bikin macet,” kata alumnus Akpol 1997 itu.
Haris menyebut, mestinya material yang menumpuk dapat dibersihkan. Banyak pihak meminta penegaj hukum, mengusut proyek ini.
“Kami menduga, ada yang janggal dalam pelaksanaan proyek. Kalau benar ada pembanguna atau perbaikan jembatan, harusnya tidak mengusik akses jalan. Apalagi, ini jalan nasional,” sebut sejumlah pegiat anti korupsi dari Luak Limopulua Corruption Watch.

Prokabar, tempo hari sudah menghubungi PPK kawasan tersebut. Malang, sampai sekarang, pesan yang dikirim dan telepone yang dihubungi tak bersahut.
Sejumlah pihak meminta, Kementrian PU PR mengevaluasi kinerja anak buahnya di lapangan. Kapan perlu, merombak posisi penting di Satker Jalan utama Sumbar-Riau itu. (vbm)
















