Tanah Datar, Prokabar- Selain terkenal dengan desanya yang dinobatkan sebagai desa terindah didunia, Nagari Pariangan juga dikenal sebagai asalnya sate ampera di Tanah Datar.
Sate ampera merupakan salah satu kuliner khas nagari Pariangan. Sate yang satu ini berbeda dengan rasa sate kebanyakan, dimana sate ini memiliki rasa yang pedas.
Sate ampera atau akrab disebut dengan sate padeh ini, hanya bisa ditemui di Nagari Pariangan dan beberapa hari pasar tradisional, seperti hari Senin di pasar Simabur, Selasa di Pasar Rambatan dan Kamis di Pasar Batusangkar.
Irma, salah seorang penikmat sate padeh mengaku jika rasa sate padeh jauh berbeda rasa sate lainnya. Begitu juga dengan kuah satenya yang bewarna kuning pucat yang seolah olah memiliki rasa dari bumbu tertentu.
Selain itu, daging sate juga terasa lebih renyah dan nikmat saat dicampur dengan kuah sate padeh.
” kalau sate ini ada ciri khasnya, pedas. Sate ini sangat cocok bagi yang suka makan makanan yang manis manis,” sampainya saat ditemui ketika mencicipi sate padeh, Sabtu (25/6).
Bagi Irma, sate ini juga sangat cocok disantap dikala cuaca dingin, seperti cuaca di nagari Pariangan yang berada di pinggang gunung marapi. Harga seporsi sate juga cukup terjangkau dan tergantung permintaan dari pada pembeli sate itu sendiri.
” disini kan dingin, jadi dengan rasa pedas itu sangat cocok untuk disantap. Kalau harga, bisa minta setengah atau penuh,.” ujarnya.
Hj. Saimarni, salah seorang pedagang sate padeh mengaku jika sate ini awalnya bernama sate ampera. Namun, karena rasa sate yang pedas, banyak penikmat sate kemudian menyebutnya dengan sate padeh.
Kenapa sate ampera? Karena sate ini menyuguhkan berbagai jenis daging, mulai dari dari daging padat, usus dan lainnya.
” kalau awalnya itu saya tidak tahu ya, saya sudah mewarisi dari orang tua saya. Sejak saya kecil juga sudah ada sate ampera ini,” tutupnya.
Jika anda berkunjung ke Tanah Datar, tidak ada salahnya untuk mencoba atau mencicipi kenikmatan rasa pedas dari sate ini. (eym)
















