Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Sarjana di Tanah Datar Banyak yang Pengangguran

Dibaca : 255

Tanah Datar, Prokabar – Tamatan Strata satu (S1) mendominsi angka pengangguran di Tanahdatar setelah tamatan SMA. Minimnya lapangan pekerjaan serta tingginya angka lulusan menjadi penyebab terjadinya kondisi tersebut.

Data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP Naker) Tanah Datar, sejak Januari hingga Agustus kemarin tercatat sebanyak 999 orang pengurus kartu kuning (AK1). Dari jumlah tersebut tercatat 205 orang lulusan S1.

“Angka kelulusan saat menamatkan pendidikan cukup tinggi dari Tanah Datar, sementara disini tidak ada industri, pabrik, ataupun perusahan besar yang mampu menyerap tenaga kerja. Ujung-ujungnya tentu berimbas kepada angka pengangguran atau pencari kerja,” sebut Budi Syaputra, Kasi Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas PMPTSP Naker Tanah Datar, Kamis (10/9).

Pihak Pemerintah Kabupaten melalui Dinas PMPTSP Naker sendiri sebut Budi, sudah melakukan berbagai upaya dalam melakukan mengatasi permasalahan ini.

“Berbagai upaya yang dilakukan itu seperti memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan, ada juga pemberian pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), ada yang dilakukan dalam kegiatan di nagari-nagari, dan banyak lagi bentuknya,” ujar Budi.

Kendala yang menjadi persoalan lain adalah, banyaknya para pencari kerja tersebut yang memilih-milih pekerjaan.

“Kalau tidak jadi pegawai tidak mau bekerja, atau tidak sesuai bidang yang ditempuh saat masa pendidikan tidak mau bekerja, tentu hal ini menjadi persoalan yang hanya bisa dikembalikan kepada diri mereka sendiri,” ujar Budi.

Budi menerangkan, selama 2020 ini tercatat 999 orang pencari kerja. Terdiri dari tamatan SMP 4 orang, tamatan SMA 720 orang, tamatan D1/D2 sebanyak 6 orang, dan tamatan S1 sebanyak 205 orang, serta tamatan S2 sebanyak 2 orang.

“Dari 999 orang itu, perempuan diantaranya 613 orang, dan 386 lainnya laki-laki. Dan dari 999 orang itu yang baru kita terima laporan mendapatkan pekerjaan hanya 46 orang,” jelasnya.

Budi menerangkan, selama masa pandemi sejak Maret hingga Agustus, jumlah pengurus AK1 juga meningkat.

“Biasanya peningkatan terjadi jika ada pembukaan lowongan pekerjaan. Kebetulan pada Juli lalu ada pembukaan lowongan, dan pengurus kartu kuning juga membludak,” sebutnya.

Budi menyebutkan, jika penyerapan tenaga kerja sangat minim jika dibandingkan dengan angka pencari kerja sendiri. Pada tahun 2019 lalu saja, dari 1980 pencari kerja, hanya 405 orang saja yang mendapatkan pekerjaan. Sisanya kembali menambah angka pengangguran di Tanah Datar.

Jumlah pengangguran atau pencaker di Tanah Datar sendiri sejak beberapa tahun terakhir masih tergolong tinggi. Pada tahun Tahun 2018 jumlah pencaker di Tanah Datar tercatat hampir 9 ribu orang, dan tahun 2017 tercatat 10. 340 pengangguran di Tanah Datar.

“Pada umumnya angka itu didominasi oleh kaum intelektual dari tamatan D1/D2/hingga S2,” pungkasnya. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top