Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Sarana Irigasi Persawahan di Lubuk Sikaping Banyak Mengkhawatirkan, Ini Harapan Petani

Dibaca : 106

Pasaman, Prokabar — Sarana irigasi pertanian di beberapa nigari di Kecamatan Lubuk Sikaping banyak mengkhawatirkan kondisinya. Akibatnya, petani sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pengairan, terutama pada saat petani mulai turun ke sawah. Padahal, irigasi yang memadai sangat menunjang optimalisasi penggarapan lahan pertanian bagi warga di daerahnya.

Seperti yang diutarakan Teri (51) warga Jorong Ambacang Anggang Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping. Menurutnya, ketersediaan sarana irigasi di daerahnya sangat minim. Selain masih minim, saluran irigasi seperti saluran irigasi Lubuak Rasam Nagari Jambak yang bisa mengaliri sawah warga hingga ke Jorong Nagari Aia Manggih dan sekitarnya itu sudah banyak yang tidak terpelihara dengan baik, seperti ditumbuhi semak, bahkan rusak parah sehingga perlu perbaikan.

“Sarana irigasi yang ada saat ini sudah banyak yang rusak, seperti di daerah Jorong Ambacang Anggang, Padang Sarai dan Jorong Kp Padang/Paraman Dareh itu sudah saatnya mendapatkan perhatian dan perbaikan dari pemerintah daerah setempat,” ujar Teri.

Menurut Teri, akibat kerusakan saluran irigasi ini pada saat musim hujan, air tidak mengalir dengan lancar sehingga sawah seringkali terendam. Sedangkan pada musim kemarau, air banyak terbuang percuma karena bocornya saluran irigasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Bujang (46). Dia mengatakan, sarana pertanian, khususnya saluran irigasi di daerahnya masih belum memadai. Masalah itu sebenarnya sudah sering disampaikan pada pemerintah dan instansi terkait, bahkan dimedia massa keluhan ini juga sudah sering kita sampaikan. Namun, sampai sekarang masih tetap dibiarkan.

“Saluran irigasi di daerahnya banyak yang rusak, seperti tembok penahan yang rusak atau bocor yang berakibat banyak air terbuang. Bahkan, rusaknya saluran irigasi ini tidak bisa mengairi sawah warga yang berada di hilirnya. Kalau musim hujan dampaknya tidak terlihat, tapi pada saat kemarau akibat dari kerusakan itu sangat dirasakan sekali, petani jadi kesulitan melakukan pengairan tanaman,” ungkapnya.

Dia mengatakan lahan persawahan di tiga kejorongan diperkirakan seluas puluhan hektar. Namun, selama bertahun-tahun bangunan irigasi di lahan persawahan warga tersebut rusak parah. Bahkan hampir 40 persen saluran irigasi itu mengalami kerusakan.

Akibat saluran irigasi yang rusak itu, kata Bujang, suplai air di areal persawahan mereka akhirnya tidak maksimal. Bahkan untuk sawah yang letaknya ada di hilir kerap kali tidak kebagian air. Padahal air tersebut menjadi kebutuhan utama para petani yang menanam padi.

“Jaringan irigasi di Lubuak Rasam ini sebenarnya tidak hanya untuk kawasan Jorong Ambacang Anggang saja, tetapi juga mencakup kejorongan lainnya seperti, jorong Padang Sarai, dan Jorong Kp Padang/Paraman Dareh. Jadi keberadaan jaringan irigasi ini sangat penting,” jelas petani asal Jorong Ambacang Anggang ini.
Dia berharap saluran irigasi untuk pengairan sawah di daerahnya bisa segera diperbaiki. Sehingga suplai air yang dibutuhkan para petani saat musim tanam bisa tercukupi.

“Selama ini air yang mengairi sawah sini hanya dari Bandar Gabu jorong Padang Sarai dan itupun tidak mencukupi, hal itu disebabkan karena rusaknya saluran irigasi Lubuak Rasam tepatnya di Jorong Ambacang Anggang dan Padang Sarai itu,” ujarnya. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top