Sarana Irigasi Persawahan di Lubuk Sikaping Banyak Mengkhawatirkan, Ini Harapan Petani

Penulis -

Selasa, 12 Januari 2021 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Sarana irigasi pertanian di beberapa nigari di Kecamatan Lubuk Sikaping banyak mengkhawatirkan kondisinya. Akibatnya, petani sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pengairan, terutama pada saat petani mulai turun ke sawah. Padahal, irigasi yang memadai sangat menunjang optimalisasi penggarapan lahan pertanian bagi warga di daerahnya.

Seperti yang diutarakan Teri (51) warga Jorong Ambacang Anggang Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping. Menurutnya, ketersediaan sarana irigasi di daerahnya sangat minim. Selain masih minim, saluran irigasi seperti saluran irigasi Lubuak Rasam Nagari Jambak yang bisa mengaliri sawah warga hingga ke Jorong Nagari Aia Manggih dan sekitarnya itu sudah banyak yang tidak terpelihara dengan baik, seperti ditumbuhi semak, bahkan rusak parah sehingga perlu perbaikan.

“Sarana irigasi yang ada saat ini sudah banyak yang rusak, seperti di daerah Jorong Ambacang Anggang, Padang Sarai dan Jorong Kp Padang/Paraman Dareh itu sudah saatnya mendapatkan perhatian dan perbaikan dari pemerintah daerah setempat,” ujar Teri.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menurut Teri, akibat kerusakan saluran irigasi ini pada saat musim hujan, air tidak mengalir dengan lancar sehingga sawah seringkali terendam. Sedangkan pada musim kemarau, air banyak terbuang percuma karena bocornya saluran irigasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Bujang (46). Dia mengatakan, sarana pertanian, khususnya saluran irigasi di daerahnya masih belum memadai. Masalah itu sebenarnya sudah sering disampaikan pada pemerintah dan instansi terkait, bahkan dimedia massa keluhan ini juga sudah sering kita sampaikan. Namun, sampai sekarang masih tetap dibiarkan.

“Saluran irigasi di daerahnya banyak yang rusak, seperti tembok penahan yang rusak atau bocor yang berakibat banyak air terbuang. Bahkan, rusaknya saluran irigasi ini tidak bisa mengairi sawah warga yang berada di hilirnya. Kalau musim hujan dampaknya tidak terlihat, tapi pada saat kemarau akibat dari kerusakan itu sangat dirasakan sekali, petani jadi kesulitan melakukan pengairan tanaman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dia mengatakan lahan persawahan di tiga kejorongan diperkirakan seluas puluhan hektar. Namun, selama bertahun-tahun bangunan irigasi di lahan persawahan warga tersebut rusak parah. Bahkan hampir 40 persen saluran irigasi itu mengalami kerusakan.

Akibat saluran irigasi yang rusak itu, kata Bujang, suplai air di areal persawahan mereka akhirnya tidak maksimal. Bahkan untuk sawah yang letaknya ada di hilir kerap kali tidak kebagian air. Padahal air tersebut menjadi kebutuhan utama para petani yang menanam padi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Jaringan irigasi di Lubuak Rasam ini sebenarnya tidak hanya untuk kawasan Jorong Ambacang Anggang saja, tetapi juga mencakup kejorongan lainnya seperti, jorong Padang Sarai, dan Jorong Kp Padang/Paraman Dareh. Jadi keberadaan jaringan irigasi ini sangat penting,” jelas petani asal Jorong Ambacang Anggang ini.
Dia berharap saluran irigasi untuk pengairan sawah di daerahnya bisa segera diperbaiki. Sehingga suplai air yang dibutuhkan para petani saat musim tanam bisa tercukupi.

“Selama ini air yang mengairi sawah sini hanya dari Bandar Gabu jorong Padang Sarai dan itupun tidak mencukupi, hal itu disebabkan karena rusaknya saluran irigasi Lubuak Rasam tepatnya di Jorong Ambacang Anggang dan Padang Sarai itu,” ujarnya. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB